Newsoneindonesia.com, Hambalang Bogor 20 September 2026 — Presiden Prabowo Subianto mengutip Surah Al-Baqarah ayat 191 saat menyampaikan pidato pada puncak peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung persoalan fitnah dan mengingatkan pentingnya kejujuran intelektual, khususnya bagi para pihak yang menyampaikan pandangan atau kritik kepada pemerintah.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari Ketua Umum Elang Hambalang, Safrizal. Ia mengaku tersentuh ketika mendengar Presiden Prabowo mengutip ayat Al-Qur’an tersebut dan mengaitkannya dengan pentingnya membedakan antara kritik dan fitnah.
Menurut Safrizal, kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi dan harus diterima sebagai masukan. Namun, ia menilai kritik perlu disampaikan berdasarkan fakta dan dilakukan secara bertanggung jawab.
“Bapak Presiden Prabowo selama ini sangat bijak dalam menerima berbagai bentuk kritik. Beliau bahkan mengartikulasikan kritik seperti seorang sahabat yang sedang merapikan kerah bajunya,” ujar Safrizal kepada sejumlah awak media.
Safrizal juga menilai pesan yang disampaikan Prabowo menjadi pengingat bagi semua pihak agar berhati-hati dalam menyampaikan informasi maupun pendapat, terutama ketika menyangkut tuduhan terhadap seseorang atau lembaga.
Dalam pidatonya di HUT PAN, Prabowo sendiri mengatakan bahwa dirinya mencatat berbagai tudingan yang disampaikan sejumlah pihak dan menyatakan akan memaafkan apabila pihak yang bersangkutan menyadari kesalahannya. Ia juga menekankan pentingnya kejujuran intelektual.
Bagi Safrizal, pesan tersebut bukan sekadar persoalan politik, melainkan juga pengingat moral agar masyarakat mengedepankan tabayun, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
“Kita harus bisa membedakan mana kritik dan mana fitnah. Kritik adalah bagian dari kontrol sosial, sementara setiap tuduhan harus memiliki dasar dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Safrizal.









