Beranda / Berita / Update Terbaru Kondisi Korban Dugaan Keracunan MBG di Bawang Mulai Membaik,

Update Terbaru Kondisi Korban Dugaan Keracunan MBG di Bawang Mulai Membaik,

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com , Batang Jateng – Perkembangan kasus dugaan gangguan kesehatan setelah warga mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus dipantau pemerintah hingga Kamis (24/9/2026).

Berdasarkan keterangan terbaru Pemerintah Kabupaten Batang, sedikitnya 276 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Selasa (22/9/2026).

Para korban mengalami sejumlah gejala, di antaranya mual, muntah, pusing, sakit perut hingga diare. Korban tidak hanya berasal dari kalangan siswa, tetapi juga terdapat guru serta orang tua yang ikut mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang anak mereka.

Jumlah tersebut sebelumnya mengalami peningkatan secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Batang sempat mencatat 87 orang, kemudian meningkat menjadi 176, 244, hingga akhirnya mencapai 276 orang berdasarkan pembaruan data pada Rabu malam. Data masih dirapikan karena laporan warga yang mengalami keluhan terus masuk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, menyampaikan perkembangan kondisi pasien yang dirawat menunjukkan tanda-tanda membaik.

Pemantauan dilakukan hingga Kamis pagi. Gejala seperti diare, mual, muntah dan pusing disebut mulai berkurang pada pasien yang mendapatkan perawatan.

Dinkes Batang juga membantah kabar adanya korban meninggal dunia dalam kasus dugaan keracunan MBG tersebut. Hingga pemantauan Kamis pagi, tidak terdapat laporan korban meninggal yang berkaitan dengan kejadian di Kecamatan Bawang.

Untuk mengantisipasi bertambahnya korban, Pemerintah Kabupaten Batang menghentikan sementara distribusi MBG dari SPPG yang melayani wilayah Kecamatan Bawang.

SPPG tersebut diketahui melayani sekitar 2.700 penerima manfaat yang tersebar pada sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Bawang. Namun, pemerintah menegaskan angka 2.700 merupakan jumlah penerima manfaat, bukan jumlah korban.

Sampel makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat juga telah diambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh Dinas Kesehatan.

Menu yang dibagikan pada Selasa (22/9/2026) antara lain nasi putih, telur bolognaise, tahu mendoan, sayur campur dan buah anggur. Namun, hingga saat ini pemerintah belum menetapkan makanan atau bahan tertentu sebagai penyebab gangguan kesehatan tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu.

Pemerintah Kabupaten Batang kini masih melakukan pendataan, pemantauan kondisi pasien serta penelusuran terhadap sumber gangguan kesehatan.

Dengan kondisi pasien yang secara umum mulai membaik dan tidak adanya laporan kematian terkait kasus tersebut hingga Kamis pagi, penanganan masih terus dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

( Red )


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *