SENTANI, PAPUA , newsoneindonesia.com – 31/12/25 Ratusan warga yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa damai di kawasan Gunung Merah, Sentani Kabupaten Jayapura, pada Rabu (31/12/2025).
Aksi ini merupakan bentuk protes sekaligus pernyataan sikap tegas menolak segala bentuk praktik rasisme di tanah Papua.
Aksi yang berlangsung tertib ini dipicu oleh adanya dugaan pernyataan bernuansa rasisme yang disampaikan oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Selasa (30/12/2025).
Massa menilai tindakan tersebut tidak hanya mencederai perasaan masyarakat, tetapi juga merusak tatanan harmoni sosial yang selama ini dijaga di Bumi Kenambai Umbai.
Seruan Persatuan dan Keadilan
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, para koordinator aksi menekankan pentingnya menjaga martabat kemanusiaan tanpa memandang latar belakang suku, ras, maupun golongan. Beberapa poin utama yang disuarakan dalam aksi tersebut meliputi
Menolak Diskriminasi Segala bentuk ucapan atau tindakan rasisme tidak memiliki tempat dalam kehidupan bermasyarakat.
Tuntutan Keadilan Massa mendesak pihak berwenang untuk memberikan sanksi tegas sesuai hukum dan kode etik yang berlaku kepada oknum yang terlibat.
Papua untuk Semua Menegaskan bahwa Papua adalah rumah bagi kedamaian yang berlandaskan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Suasana Kondusif
Meskipun diikuti oleh massa dalam jumlah besar, aksi di kawasan perkantoran Gunung Merah ini berjalan dengan aman dan lancar.
Massa membawa berbagai spanduk bertuliskan pesan perdamaian dan persatuan, menegaskan komitmen mereka untuk tetap menjaga stabilitas keamanan di Sentani.
”Kami datang dengan damai untuk menyuarakan bahwa rasisme adalah musuh kita bersama. Kami ingin memastikan bahwa di masa depan, tidak ada lagi ruang bagi diskriminasi dalam bentuk apa pun di kantor-kantor pemerintahan maupun di ruang publik,” ujar salah satu orator aksi.
Aksi ditutup dengan penyampaian aspirasi secara tertulis kepada pihak terkait, dengan harapan adanya langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang kembali demi menjaga kerukunan warga di Kabupaten Jayapura.
Ivan/Red










