JAYAPURA, newsoneindonesia.com 8 Januari 2026 –
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura (Dok II), Dr.Andreas Pekey, Sp.PD, memberikan klarifikasi resmi terkait kasus meninggalnya seorang pasien bayi di RSUD Dok II pada Kamis (08/01).
Beliau menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga serta menjelaskan kronologi dan kendala yang dihadapi di lapangan.
Poin-Poin Utama Klarifikasi
Upaya Maksimal dengan Fasilitas Terbatas Dr.Andreas Pekey, Tambahkan pasien ini juga datang dalam kondisi sakit yang Berat bahwa tenaga medis telah berupaya maksimal dalam memberikan pertolongan kepada pasien bayi tersebut.
Namun, tindakan medis terbentur oleh keterbatasan fasilitas yang ada ruangan perawatan NICU saat itu penuh dan ibu pasien sudah mendapatkan penjelasan dan menandatangani penanganan dengan fasilitas yg ada.
Edukasi kepada Keluarga Pihak rumah sakit menyatakan telah memberikan edukasi dan penjelasan secara transparan kepada pihak keluarga mengenai kondisi pasien serta keterbatasan alat medis sejak awal penanganan.
Pembebasan Biaya & Bantuan BPJS Direktur menegaskan bahwa tidak ada pungutan biaya dalam kasus ini.
Terkait kendala kepesertaan BPJS, RSUD Dok II memiliki mekanisme internal untuk membantu pasien yang tidak memiliki jaminan kesehatan agar segera mendapatkan perlindungan BPJS Walaupun ibu pasien tidak memiliki identitas dan jaminan tetapi bayinya tetap di beri pertolongan maksimal dan tanpa biaya sama sekali.
Urgensi Pengembangan Fasilitas (ICU & NICU) Kasus ini menjadi sorotan utama mengenai kebutuhan mendesak akan penambahan ruang ICU (Intensive Care Unit) dan NICU (Neonatal Intensive Care Unit).
Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Provinsi Papua, RSUD Dok II memerlukan pengembangan fasilitas medis yang signifikan.
Pernyataan Direktur RSUD Dok II
”Kami sudah berupaya menolong, namun memang tantangan kami adalah fasilitas yang masih terbatas. Kami telah mengedukasi keluarga terkait kondisi ini.
Terkait administrasi, kami pastikan tidak ada biaya dan kami siap membantu pengurusan BPJS bagi masyarakat yang belum memiliki,” ujar Dr.Andreas Pekey, SP.PD
Beliau menambahkan bahwa seiring dengan pertumbuhan penduduk di Kota Jayapura dan Provinsi Papua, kapasitas rumah sakit harus segera ditingkatkan.
“Sebagai rumah sakit rujukan, penambahan fasilitas ICU dan NICU adalah harga mati agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Pelayanan medis harus dikembangkan sejalan dengan bertambahnya jumlah masyarakat yang membutuhkan perlindungan kesehatan,” pungkasnya.
Ivan/Red










