Beranda / Berita Daerah / Pasca Bencana, Desa Sasur Pantai Menunggu Bantuan Pakaian dan Tempat Tinggal Menjadi Prioritas

Pasca Bencana, Desa Sasur Pantai Menunggu Bantuan Pakaian dan Tempat Tinggal Menjadi Prioritas

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com| Halmahera Barat–Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pekan kemarin mengakibatkan kerusakan parah pada Rumah warga dan memutus sejumlah akses jalan di tujuh kecamatan, salah satunya Desa Sasur, Kecamatan Sahu, kerusakannya cukup parah, Selasa (13/01/2026).
Korban bencana alam seringkali menyisakan kisah pahit, Di tengah upaya pemulihan pasca-bencana di Halmahera Barat, cerita mengenai kekurangan logistik, tempat tinggal, dan terutama pakaian layak pakai, mulai mencuat dari Warga yang terdampak.
Salah satu warga Desa Sasur Pantai Lasarus fanumby, ia selaku warga Desa Sasur pantai menyatakan, tanah longsor dan banjir menyebabkan hampir seluruh pakaian milik nya dan masyarakat setempat tertimbun tanah dan material Rumah, sehingga mereka sangat bergantung pada bantuan.
“Saat di wawancarai lewat sambungan telepon (WA), ia menyatakan, ketersediaan pakaian bagi perempuan dan anak-anak ini sangat penting sehingga diharapkan agar bantuan untuk pakaian bisa di distribusi. Yang kami butuhkan saat ini pakian,” ujarnya.
Ia menambahkan, tidak hanya pakaian, masyarakat di desa ini yang Rumahnya hancur tertimbun tanah longsor dan banjir, juga masih belum ada tempat tinggal yang memadai dan kebutuhan penunjang lainnya, seperti, sarung dan selimut yang belum tersedia, padahal sangat dibutuhkan di tengah kondisi lingkungan seperti saat ini.
“Saya berharap kepada Pak Bupati Halmahera Barat James Uang, untuk penyaluran bantuan dapat lebih diperhatikan dan kesesuaian dengan kebutuhan korban longsor dan banjir. Kami berterima kasih atas bantuan yang datang, tapi harapannya yang diberikan benar-benar yang di butuhkan warga terdampak, terutama tempat tinggal yang layak,” katanya mengakhiri.
Di tempat terpisah Joni Birahi selaku korban bencana longsor dan banjir juga berharap kebapada Pemerintah Daerah Halmahera Barat dan pemerintah Provinsi Maluku Utara, agar bisa mencari solusi.
“Harapannya dengan keadaan desa kami. Desa sasur pantai, yang kami lihat sendiri sudah tidak layak lagi di pertahankan,”ucapnya.
Joni Birahi menambahkan Desa Sasur pantai ini terlalu rawan bencana alam. Terutama bencana banjir dan tanah longsor.
“Maka dari itu mohon kepedulian serta dukungan nya. Kalau bisa Pak Bupati perlu turun langsung ke desa kami. Untuk melihat keberadaan desa kami yg sangat memprihatinkan,”pungkasnya.
Sefan Moyau selaku Kades menyampaikan, sebagai Pemerintah Desa yang pasti punya harapan kepada Pemerintah Daerah dan bahkan setingkat Pemerintah Provinsi sampai Pusat.
“Yang jelasnya kami Desa Sasur pantai, sudah tidak layak lagi karena bencana dari segi manapun, baik dari laut darat, kiri kanan semua tebing. Oleh karena itu dengan inisatif kami mendirikan tenda darurat untuk evakuasi warga yang terdampak bencana,”ucap Kades.
Oleh kerena itu dengan harapan ini. Sefan Moyau berpesan semoga Pemda, terlebih Khusus Ibu Gubernur Sherly Laos, dapat melihat kami yang ada di Desa Sasur pantai ini.
Adapun yang turut hadir dalam persiapan, bangun tenda darurat untuk warga yang terdampak antara lain. Babinsa dari koramil sahu, babinkamtibmas polsek sahu dan camat sahu (Mewakili) Djafar Dano selaku Kasie Kesra Camat sahu.
(Red)

Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *