Beranda / Berita / Acara Bunda PAUD dalam rangka Puncak Acara HUT ke-42 BPMP Provinsi Sumatera Selatan

Acara Bunda PAUD dalam rangka Puncak Acara HUT ke-42 BPMP Provinsi Sumatera Selatan

Bagikan Berita

Ogan Ilir , newsoneindonesia.com Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam memperkuat pendidikan anak usia dini kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional, dilaksanakan di BPMP Provinsi Sumatera Selatan, Jalan Raya Lintas Timur KM. 36 Indralaya

“Bunda PAUD Provinsi Sumsel, Hj. Febrita Lustia Herman Deru, menghadiri sekaligus menyaksikan penyerahan Apresiasi Bunda PAUD se-Sumsel dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumsel, Kamis (22/01/2026).

“yang diwawancarai oleh awak media Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 BPMP Provinsi Sumsel dan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pemangku kepentingan pendidikan, pengurus organisasi perempuan, serta perwakilan pemerintah daerah kabupaten/kota.

“Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen PAUD Dasmen RI, Brotojoyo Retnowati, M.Pd., bersama Direktur PAUD Kemendikdasmen RI, Dr. Nia Nurhasanah, S.Si., M.Pd. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan peran aktif Bunda PAUD kabupaten/kota di Sumsel dalam mengawal dan menyukseskan Program Wajib Belajar 13 Tahun.

“Dalam sambutannya, Dr. Nia Nurhasanah mengungkapkan capaian positif pendidikan anak usia dini di Sumsel. Berdasarkan data Kemendikdasmen, Angka Partisipasi PAUD di Sumsel telah mencapai 76 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 74,9 persen.

“Program Wajib Belajar 13 Tahun merupakan prioritas nasional yang memiliki dasar hukum kuat. Kami melihat Sumsel mampu memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu layanan PAUD secara konsisten.

“Selain peningkatan partisipasi, modernisasi pembelajaran juga terus didorong. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 2.291 satuan PAUD di Sumsel telah menerima bantuan program digitalisasi pembelajaran. Meski demikian, Dr. Nia menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan karakter anak sejak usia dini.

“Saya titip kepada para Bunda PAUD agar terus menghidupkan gerakan Pagi Ceria, dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa. Kita tidak hanya membangun kecerdasan, tetapi juga karakter anak sebagai fondasi Generasi Emas 2045.

“Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Sumsel, Hj. Febrita Lustia Herman Deru, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas apresiasi yang diberikan kepada Bunda PAUD se-Sumsel. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pendidik, hingga peran aktif orang tua.

“Apresiasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata kerja keras di lapangan. Saya mengajak seluruh Bunda PAUD kabupaten dan kota untuk terus bergerak seirama dalam mengawal Program Wajib Belajar 13 Tahun, khususnya memastikan transisi PAUD ke Sekolah Dasar berlangsung aman, menyenangkan, dan ramah anak.

“Ia juga menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berkarakter. Menurutnya, PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing.

“Apresiasi tersebut diberikan kepada Bunda PAUD dari 13 kabupaten dan empat kota di Sumsel. Acara ditutup dengan penampilan ceria anak-anak PAUD Kelompok Bermain (KB) Bunga Tanjung, Kabupaten Ogan Ilir, yang menjadi simbol semangat membangun masa depan pendidikan anak usia dini di Bumi Sriwijaya.(Wahyudi)


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *