Beranda / Berita / Berdiri Bersama dalam Dinamika Badai Politik: Refleksi Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman Pasca-Pilgub Papua

Berdiri Bersama dalam Dinamika Badai Politik: Refleksi Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman Pasca-Pilgub Papua

Bagikan Berita

JAYAPURA, newsoneindonesia.com 25 Januari 2026 – Tokoh agama dan intelektual Papua, Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman, merilis sebuah refleksi mendalam bertajuk “Berdiri Bersama dalam Dinamika Badai Politik”. Tulisan ini menyoroti fenomena dukungan masif 90% ASN dan 100% pengusaha Papua terhadap pasangan BTM-CK, sekaligus memberikan catatan kritis terhadap isu primordialisme yang mewarnai kontestasi politik di Tanah Papua.

Dalam catatannya, Dr. Yoman mengungkapkan bahwa kemenangan politik sering kali dipengaruhi oleh sentimen yang jauh dari substansi kepemimpinan. Ia menyoroti lima alasan utama di balik pergeseran suara yang masif tersebut:

1). Jebakan Primordialisme dan Politisasi Agama

Dr. Yoman menyesalkan kuatnya pengaruh fanatisme agama sempit yang digunakan sebagai alat mobilisasi massa. Isu “Islamisasi” menurutnya telah menjadi senjata efektif untuk menggiring opini pemilih, termasuk para pemimpin gereja dan pemuda.

“Mabuk alkohol membuat orang lupa diri, tapi mabuk agama yang bertopeng ayat-ayat suci bisa membuat orang lupa kemanusiaan dan kasih,” tegas Dr. Yoman.

2). Penguasaan Mesin Politik
Analisisnya menunjukkan bahwa dominasi partai politik besar seperti PDIP dalam struktur penyelenggara pemilu (KPU) memberikan keuntungan strategis bagi kandidat tertentu, sebuah realitas politik yang ia abadikan dalam bukunya “Mengapa Mereka Ditolak Dari Tanah Leluhur Mereka?”.

3). Pengaruh Tokoh Senior dan Kenyamanan Pengusaha
Kehadiran tokoh kawakan seperti Barnabas Suebu dan Constant Karma di barisan BTM-CK dinilai menjadi magnet kuat bagi pemilih. Di sisi lain, dukungan 100% pengusaha disebutnya sebagai bentuk apresiasi atas gaya kepemimpinan BTM yang memberikan ruang bebas bagi dunia usaha tanpa intervensi finansial pribadi.

Komitmen Iman untuk Mathius D. Fakhiri (MDF)

Meski arus dukungan mengarah kuat ke pihak lain, Dr. Yoman secara terbuka menyatakan posisi politiknya yang tetap berdiri teguh bersama Mathius D. Fakhiri (MDF). Baginya, mendukung MDF adalah bentuk perlawanan terhadap upaya merendahkan martabat sesama manusia di ruang publik.

“Iman saya berbicara, Gubernur Papua adalah Mathius D. Fakhiri. Saya melihat dari mata hati dan mata iman saya,” tulisnya, mengenang janji iman yang ia sampaikan di Cafe HangOver Hamadi pada awal 2024.

Pesan Persatuan: Melampaui Perbedaan
Menutup refleksinya, Dr. Yoman mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk mengakhiri pertikaian politik. Ia menekankan bahwa Tuhan menciptakan manusia, bukan agama, dan kewajiban setiap orang beriman adalah menjadi penjaga bagi sesamanya tanpa memandang latar belakang ideologi.
“Pertandingan politik sudah selesai, sekarang kita bersama membangun Papua. Pengalaman adalah guru terbaik (The best Master). Mari kita merawat iman untuk menjadi lilin perdamaian bagi dunia,” tutupnya.

Kontak Media:
Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman
Telepon: 08124888458
Jayapura, Papua.

Read Temin


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *