Beranda / Berita / Kisah Haru di Tengah Banjir: Siswa SMK Tewas Saat Berusaha Menolong Korban Banjir di Jalur Bojong-Guci

Kisah Haru di Tengah Banjir: Siswa SMK Tewas Saat Berusaha Menolong Korban Banjir di Jalur Bojong-Guci

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com,  Tegal |Niat tulus menolong sesama dalam bencana berakhir tragis bagi Ajun Arman Permadi (16), siswa SMK Al Yaman Lebaksiu. Jasadnya berhasil dievakuasi oleh Tim SAR dan relawan dari Sungai Kaligung, Kajen–Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Kamis (5/2/2026) pagi, setelah sehari sebelumnya terseret arus banjir saat berusaha menolong pengendara motor yang terjatuh.

Korban, warga Desa Kreman, Kecamatan Warureja, diketahui sedang dalam perjalanan ke sekolahnya di SMK Al Yaman Lebaksiu pada Rabu (4/2/2026) ketika insiden terjadi di Jalur Bojong–Guci yang dilanda banjir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ajun terlihat berusaha menolong seorang pengendara motor yang terjatuh di arus banjir. Dalam upaya penuh risiko itu, ia sempat mencoba meraih tangan pengendara lain. Namun, amukan air yang begitu deras melepaskan pegangan dan menyapunya hingga hanyut terbawa arus. Upaya heroiknya untuk menyelamatkan nyawa orang lain justru merenggut nyawanya sendiri.

Proses pencarian dan evakuasi jasad oleh Tim SAR bersama relawan bahu-membahu menembus aliran Sungai Kaligung yang masih deras. Jasad korban ditemukan tersangkut di antara bebatuan, kayu, dan sebagian tubuh terbenam di lumpur.

“Evakuasi terkendala karena posisi jasad berada di sela-sela bebatuan, kayu, dan sebagian tubuhnya terbenam di lumpur,” ujar Udin, salah satu relawan.

Dengan kerja keras dan ketekunan, upaya tim akhirnya membuahkan hasil. Jasad Ajun berhasil di evakuasi

Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, teman-teman sekolah, dan masyarakat. Kisah Ajun menjadi catatan pilu sekaligus heroik tentang risiko banjir dan semangat tolong-menolong yang tak kenal takut.

Di sisi lain masyarakat di himbau untuk selalu waspada dan menghindari arus banjir, mengutamakan keselamatan diri, serta mengikuti informasi dan peringatan dini dari instansi terkait saat terjadi bencana alam.

Peristiwa ini juga mengingatkan betapa berharganya setiap nyawa dan pentingnya edukasi mitigasi bencana, khususnya bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di daerah rawan banjir.

( Aan / Red )


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *