Beranda / Berita / Longsor Terjang Permukiman Desa Jojogan. 1 MD , 1 Korban Dalam Proses Pencarian

Longsor Terjang Permukiman Desa Jojogan. 1 MD , 1 Korban Dalam Proses Pencarian

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com, Pemalang | Bencana tanah longsor menerjang permukiman warga di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, pada Jum’at sore, 6 Februari 2026. Peristiwa tragis ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan perbukitan sejak siang hari.

Material longsor berupa tanah dan batuan dari lereng perbukitan ambrol dan menghantam rumah warga. Satu bangunan permanen dilaporkan rusak berat hingga hancur, sementara penghuninya tertimbun material longsor. Berdasarkan informasi sementara dari lokasi kejadian:
1 anak dinyatakan meninggal dunia
1 orang ibu rumah tangga masih dalam pencarian dan diduga tertimbun longsor
Seorang warga Desa Jojogan yang berada di lokasi kejadian mengatakan longsor terjadi secara tiba-tiba.

“Hujannya deras sekali sejak siang. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, tanah langsung turun dan menimpa rumah. Warga langsung berteriak minta tolong,” ujarnya.

Warga bersama relawan dan aparat setempat langsung melakukan upaya pencarian secara manual dengan peralatan seadanya. Namun proses evakuasi mengalami sejumlah kendala.
Petugas di lokasi menyampaikan bahwa kondisi cuaca menjadi tantangan utama.

“Hujan masih turun dan tanah sangat labil. Kami mengutamakan keselamatan tim karena ada potensi longsor susulan,” kata salah satu petugas di lokasi.

Selain itu, akses jalan menuju titik longsor tertutup lumpur, sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat dan bantuan logistik.

Aparat mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor, khususnya daerah perbukitan Watukumpul, agar tetap waspada.

“Jika hujan deras berlangsung lama, warga diminta segera menjauh dari lereng atau tebing dan mencari tempat yang lebih aman,” imbau aparat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban yang masih tertimbun terus dilakukan, sembari menunggu cuaca membaik.

Masyarakat diharapkan tidak mendekati lokasi kejadian untuk menghindari risiko longsor susulan dan memberi ruang bagi tim evakuasi.

( Aan / Red )


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *