Beranda / Berita / Presiden Prabowo Subianto: Transformasi Papua Dimulai dari Kemandirian Pangan dan Sistem Lumbung Berjenjang

Presiden Prabowo Subianto: Transformasi Papua Dimulai dari Kemandirian Pangan dan Sistem Lumbung Berjenjang

Bagikan Berita

Neswoneindonesia.com, Jakarta | Presiden Republik Indonesia, Bapak Dr. Prabowo Subianto, memberikan arahan strategis mengenai percepatan pembangunan di Provinsi Papua. Dalam pernyataannya, Presiden menekankan bahwa meskipun pembangunan di segala bidang harus dipercepat, fondasi utama dari eksistensi sebuah bangsa dan peradaban adalah kemampuan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi rakyatnya.

Pangan sebagai Dasar Peradaban

Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa transformasi bangsa sangat bergantung pada pengelolaan tanah dan produksi pangan. Beliau menyatakan bahwa negara-negara yang mampu bertahan selama ribuan tahun adalah negara yang memiliki keamanan pangan yang kokoh.

“Dasar dari semua kehidupan bangsa adalah kemampuan bangsa itu untuk menjamin makanan untuk rakyatnya. Masalah tanah menjadi sangat utama karena itu adalah kunci transformasi bangsa kita,” tegas Presiden Prabowo.

Sistem Lumbung: Dari Desa hingga Nasional

Belajar dari bencana alam yang memutus rantai komunikasi di wilayah lain, Presiden menginstruksikan agar Papua membangun kemandirian pangan yang berlapis. Hal ini bertujuan agar setiap wilayah dapat bertahan secara mandiri meskipun terjadi gangguan logistik atau bencana.

Presiden mengajak masyarakat Papua untuk menghidupkan kembali kearifan lokal melalui sistem Lumbung Pangan, yang akan diimplementasikan secara terstruktur :

Lumbung Desa: Sebagai pertahanan pertama tingkat akar rumput.

Lumbung Kecamatan & Kabupaten/Kota: Menjamin ketersediaan wilayah setempat.

Lumbung Provinsi: Sebagai pusat cadangan pangan regional.

Lumbung Nasional: Sebagai pilar keamanan negara.

Komitmen untuk Tanah Papua

Pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk mendampingi dan membantu masyarakat Papua dalam mewujudkan kedaulatan pangan ini. Presiden mengingatkan agar semua pihak meneladani kearifan nenek moyang dalam menyimpan cadangan makanan agar setiap distrik dan kampung di Papua memiliki daya tahan yang kuat.

“Kita harus bisa bertahan. Jika komunikasi putus, desa harus bisa bertahan, kecamatan harus bisa bertahan. Kita akan membantu dan melakukan itu, khusus untuk saudara-saudari saya di Papua,” tutup Presiden.

Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Presiden

TEMIN/Read


Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *