Beranda / Hukum & Kriminal / Tanda Tanya Besar bagi Polsek Kelapa Dua, Ada Apa di Balik Laporan Media Tentang Obat Tipe G Selalu Bocor

Tanda Tanya Besar bagi Polsek Kelapa Dua, Ada Apa di Balik Laporan Media Tentang Obat Tipe G Selalu Bocor

Bagikan Berita

Kabupaten Tangerang, newsoneindonesia.com — Penegakan hukum terhadap peredaran obat-obatan terlarang golongan G di wilayah hukum Polsek Kelapa Dua kembali menjadi sorotan tajam. Dugaan kebocoran informasi mencuat setelah upaya penindakan yang direncanakan di kawasan Dasana Indah hingga Bojong Nangka berakhir nihil, memicu kecurigaan publik atas komitmen kepolisian setempat dalam memberantas peredaran obat keras tanpa resep dokter tersebut, Sabtu (11/4/2026).

Berdasarkan pantauan langsung awak media di lapangan, aktivitas transaksi dengan system COD obat jenis Tramadol dan Eximer terlihat sangat masif dan terang-terangan. Laporan mendetail mengenai titik koordinat dan modus operandi para pelaku telah disampaikan secara resmi melalui saluran komunikasi singkat kepada jajaran pimpinan Polsek Kelapa Dua.

Foto: Para pelaku pengedar Obat Tipe G di lokasi

Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek Kelapa Dua, AKP Rokhmatulloh, S.H., memberikan apresiasi dan menjanjikan langkah penyelidikan segera oleh anggotanya.

Makasih, kami akan arahkan anggota untuk lidik,” tegas Kapolsek saat menerima informasi dari awak media.

Senada dengan Kapolsek, Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua juga memberikan konfirmasi bahwa laporan tersebut akan segera diteruskan kepada personel yang tengah menjalankan tugas piket di lapangan.

Oke, nanti dihubungi yang piket Pak,” ujar Kanit Reskrim memberikan kepastian koordinasi.

Di sisi lain, Panit Reskrim Polsek Kelapa Dua yang dihubungi melalui sambungan telepon seluler sempat memberikan tanggapan yang bernada skeptis mengenai jam operasional lokasi, namun tetap menjanjikan pengiriman personel ke titik sasaran.

Bukannya sudah tutup bang? Ok, akan saya kerahkan tim ke lokasi,” ucap Panit dalam percakapan tersebut.

Namun, harapan masyarakat akan adanya tindakan tegas sirna ketika fakta di lapangan berbicara lain. Saat awak media melakukan pemantauan intensif di titik lokasi pertama dan kedua, tidak ditemukan satu pun kehadiran petugas kepolisian yang melakukan tindakan preventif maupun represif.

Kondisi lokasi yang sebelumnya ramai dengan aktivitas transaksi ilegal mendadak sepi dan tertutup rapat, seolah-olah para pelaku telah mendapatkan peringatan dini (early warning) mengenai rencana kedatangan aparat. Dugaan kebocoran informasi ini semakin diperkuat dengan fakta bahwa wilayah strategis dari Bonang hingga Diklat Bojong Nangka sudah dalam kondisi steril sebelum pengecekan dilakukan.

Kekecewaan semakin mendalam ketika oknum anggota yang diduga mendapat perintah langsung untuk melakukan penyelidikan di lokasi pertama tetapi hanya terlihat melintas di sekitar lokasi tanpa melakukan intervensi apa pun. Alih-alih turun dan melakukan penggeledahan, personel tersebut dilaporkan melewati toko atau titik lokasi yang diberikan awak media sebelumnya,dan berbalik arah setelah sudah melewati TKP pertama dan pergi meninggalkan lokasi yang dilaporkan awak media.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak Polsek Kelapa Dua mengenai kegagalan operasi di lapangan. Ketidaksinkronan antara instruksi pimpinan dengan eksekusi personel di tingkat bawah ini memunculkan pertanyaan besar terkait kredibilitas dan keseriusan institusi kepolisian dalam membersihkan wilayah Kabupaten Tangerang dari peredaran obat keras ilegal yang merusak generasi muda.

Masyarakat menanti transparansi dan tindakan nyata, bukan sekadar janji di balik layar ponsel yang tidak terealisasi dalam tindakan hukum yang konkret.


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *