Beranda / Berita / Relawan HDCU Luncurkan Program Community Garden City, Wujudkan Lingkungan Hijau dan Produktif di Kota Palembang

Relawan HDCU Luncurkan Program Community Garden City, Wujudkan Lingkungan Hijau dan Produktif di Kota Palembang

Bagikan Berita

Palembang, Newsoneindonesia.com — Mengubah wajah tata lingkungan perkotaan tidak selalu membutuhkan lahan luas maupun anggaran besar. Di Kota Palembang, semangat gotong royong yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat justru menjadi fondasi utama lahirnya sebuah gerakan inovatif bertajuk Community Garden City.

Program yang digagas oleh Relawan HDCU ini hadir sebagai solusi kreatif dalam memanfaatkan lahan terbatas di lingkungan permukiman. Melalui konsep kebun bersama di setiap RT, masyarakat diajak untuk menyulap lahan sempit—mulai dari tanah kosong, halaman tak terpakai, hingga gang sempit—menjadi ruang hijau yang produktif, sehat, dan bernilai ekonomi.

Gerakan ini semakin diperkuat dengan dukungan dari GreenGrow sebagai mitra utama dalam penyediaan pupuk organik ramah lingkungan. Kehadiran GreenGrow tidak hanya sebatas pemasok, tetapi juga menjadi bagian dari solusi berkelanjutan dalam membangun ekosistem pertanian perkotaan yang sehat dan bebas bahan kimia berbahaya.

Dengan memanfaatkan teknologi sederhana seperti polybag, vertikal garden, hingga sistem hidroponik, keterbatasan lahan bukan lagi menjadi hambatan. Setiap RT didorong untuk memiliki kebun kolektif yang dikelola secara gotong royong oleh warga.

Melalui kolaborasi ini, GreenGrow turut memberikan berbagai manfaat, di antaranya penyediaan pupuk organik berkualitas bagi peserta program, edukasi penggunaan pupuk ramah lingkungan, serta mendorong hasil panen yang lebih sehat, alami, dan memiliki nilai jual tinggi. Program ini juga menjadi bagian dari kampanye hidup hijau dan berkelanjutan di tingkat kota.

Lebih dari sekadar kegiatan bercocok tanam, Community Garden City membawa misi besar dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat perkotaan. Warga dapat menanam berbagai kebutuhan sehari-hari seperti cabai, bayam, kangkung, tomat, hingga tanaman obat keluarga (TOGA).

Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga dapat dibagikan kepada warga lain atau bahkan dijual guna meningkatkan perekonomian di tingkat RT.
Program ini juga membuka ruang pemberdayaan bagi seluruh lapisan masyarakat. Anak-anak diajak belajar mencintai lingkungan sejak dini, para ibu dapat mengembangkan keterampilan urban farming, sementara pemuda dilibatkan dalam pengelolaan digital serta pemasaran hasil panen.

Ke depan, Community Garden City diharapkan menjadi ikon baru Kota Palembang—lingkungan yang hijau, masyarakat yang mandiri, serta ekonomi yang tumbuh dari kekuatan komunitas. Lebih dari sekadar kebun, program ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong sebagai penggerak utamanya.

(MUNZIR.S


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *