Beranda / Berita Daerah / Lurah Kelapa Dua Diduga Main Mata dengan Kontraktor, Bungkamnya Adi Nugraha Pertegas Kongkalikong Menikmati Uang Proyek

Lurah Kelapa Dua Diduga Main Mata dengan Kontraktor, Bungkamnya Adi Nugraha Pertegas Kongkalikong Menikmati Uang Proyek

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com| Tangerang– Sikap Lurah Kelapa Dua, Adi Nugraha, yang memilih bungkam seribu bahasa saat dikonfirmasi awak media terkait bobroknya proyek U-Ditch di RW 08 Bidar, semakin memperkuat indikasi adanya dugaan permainan di balik layar. Alih-alih membela kepentingan warga, Adi Nugrah justru terkesan menjadi pelindung kontraktor CV. Tiga Perkasa yang bekerja asal-asalan. Minggu, (10/05/2026).
Proyek senilai Rp 199.400.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang ini kini menjadi tontonan kegagalan konstruksi. Air yang tidak mengalir dan beton yang terpasang renggang menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan. Namun, yang lebih memuakkan adalah sikap Adi Nugrah selaku Lurah yang tidak peduli dan sengaja mengabaikan konfirmasi media seolah-olah masalah ini tidak ada.
Sikap alergi media yang ditunjukkan Adi Nugraha memancing kecaman keras. Sebagai pejabat publik, bungkamnya sang Lurah adalah bentuk pengkhianatan terhadap keterbukaan informasi. Publik pun bertanya-tan. Apakah Adi Nugrah ikut menikmati aliran dari anggaran ratusan juta tersebut sehingga tidak berani menegur kontraktor nakal.
“Pejabat yang bersih pasti akan responsif. Jika Lurah Adi Nugraha diam tanpa memedulikan konfirmasi, itu artinya dia sengaja membiarkan uang rakyat dikelola secara tidak profesional. Ini bukan lagi soal teknis, ini soal integritas yang luntur,” tegas seorang pengamat kebijakan publik daerah yang enggan namanya disebutkan.
Sikap apatis Lurah ini seirama dengan kaburnya pihak pelaksana dan jawaban ngawur dari pengawas lapangan. Koalisi kebungkaman ini menjadi sinyal kuat bahwa ada yang tidak beres dalam administrasi dan pelaksanaan proyek di Kelapa Dua.
Masyarakat RW 08 tidak butuh pejabat yang pintar bersembunyi, tapi butuh pemimpin yang berani bertanggung jawab atas kualitas pembangunan di wilayahnya. Diamnya Lurah Adi Nugraha tidak boleh dibiarkan, karena pajak rakyat bukan untuk membiayai proyek sampah konstruksi dan menggaji pejabat yang tidak punya nyali untuk transparan.
Hingga berita ini tayang, Adi Nugraha masih tetap menutup diri. Ruang klarifikasi yang disediakan media tidak dimanfaatkan, mengonfirmasi bahwa transparansi di Kelurahan Kelapa Dua memang sudah lama mati.
(Dn/Red)

Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *