Beranda / Berita Daerah / Konstruksi Murahan Demi Untung Besar, CV. Bartin Barokah Tega Suguhi Warga Saluran Air Yang Amburadul

Konstruksi Murahan Demi Untung Besar, CV. Bartin Barokah Tega Suguhi Warga Saluran Air Yang Amburadul

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com| Tangerang Kabupaten– Kelayakan pengerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Tangerang kembali menuai tanda tanya besar. Kali ini, proyek pemeliharaan saluran air (SPAL) di Kp. Pabuaran RT 001 RW 005, Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, menjadi sorotan tajam setelah rangkaian bukti visual di lapangan tersebar ke permukaan.
Berdasarkan data papan informasi, negara menggelontorkan anggaran fantastis sebesar Rp. 199.670.000,- dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026. Proyek fisik sepanjang 95 meter yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. BARTIN BAROKAH ini kini diserahkan kepada penilaian masyarakat untuk melihat kesesuaian antara besarnya anggaran dengan realisasi di lapangan.
Hasil penelusuran visual Tim Penelusuran di Jalan Padat Karya pada Kamis (21/05/2026) menyajikan pemandangan yang mencengangkan. Pemasangan penutup beton (cover U-ditch) sepanjang 95 meter tersebut dinilai dikerjakan asal-asalan dan terlihat bergelombang, jalurnya berbelok miring tak beraturan, serta menyisakan rongga-rongga kosong yang bolong menganga lebar di sela-sela sambungan.
Kondisi fisik yang jauh dari kata standar ini memicu dugaan kuat dari berbagai pihak bahwa pihak kontraktor atau pelaksana sengaja mengejar keuntungan besar sepihak dengan menekan kualitas pengerjaan demi memangkas biaya operasional.
Siapapun dapat menilai sendiri metode teknis yang digunakan di lapangan. Celah-celah antar-beton yang renggang menganga tersebut tampak diakali dengan sapuan adukan semen basah secara kasar di bagian tepinya. Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa Lapis Pondasi Bawah (LPB) dipasang tanpa bantalan mortar yang matang, sehingga kekuatan dinding saluran tidak saling mengunci dan rentan amblas tergerus tanah yang labil.
Ketidakrapian yang mencolok pada proyek sepanjang 95 meter ini tidak hanya berpotensi menyumbat aliran air, tetapi lubang-lubang menganga di permukaan secara nyata menjadi jebakan berbahaya bagi keselamatan pejalan kaki dan warga sekitar yang melintas.
Saat Tim Penelusuran mencoba mengonfirmasi buruknya kualitas pengerjaan tersebut kepada pekerja di lokasi, mereka enggan membeberkan detail teknis dan justru melempar tanggung jawab ke pihak manajemen atasannya.
“Ini proyek Kecamatan Curug yang megang CV. Bartin Barokah. Kalau mau tanya soal teknis, material, atau kenapa pasangnya begitu, silakan langsung hubungi mandornya saja, namanya Pak Restu. Kami di sini cuma kuli bangunan yang kerja sesuai instruksi,” ungkap salah seorang pekerja lapangan yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Merespons fakta lapangan yang tersaji benderang tersebut, ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia ( DPD IWO Indonesia ) Kabupaten Tangerang Sopiyan , meminta masyarakat ikut mengawal ke mana larinya uang pajak mereka.
Silakan menilai sendiri, apakah hasil pekerjaan sepanjang 95 meter yang sekasar dan seamburadul ini layak dihargai hampir 200 juta rupiah. Muncul dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa pihak kontraktor pelaksana hanya mengejar keuntungan besar tanpa memikirkan kualitas dan ketahanan fisik bangunan,” ujar Sopiyan.
Jarak antar-penutupnya bolong, jalurnya bengkok-bengkok, lalu hanya ditambal semen tipis. Kami mendesak PPTK Kecamatan Curug untuk membuka mata, segera turun ke lapangan, dan memanggil CV. Bartin Barokah beserta mandor Restu.
Proyek ini harus dievaluasi total dan dibongkar ulang. Uang rakyat tidak boleh dihambur-hamburkan untuk infrastruktur yang asal jadi dan membahayakan warga,” tegas Sopiyan.
Sampai berita ini diturunkan, pihak jajaran pejabat Kecamatan Curug, manajemen pelaksana CV. Bartin Barokah, maupun mandor Restu belum memberikan konfirmasi atau klarifikasi resmi terkait runtutan kejanggalan fisik pada proyek tersebut. Ruang hak jawab dan perimbangan berita masih terbuka lebar bagi pihak-pihak terkait.
(Dn/Red)

Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *