Beranda / Berita / 3.053 Siswa Dapat Pendampingan, JAPFA for Kids Berikan Solusi Gizi di Margasari

3.053 Siswa Dapat Pendampingan, JAPFA for Kids Berikan Solusi Gizi di Margasari

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com , Tegal Jateng – Upaya menjaga kualitas gizi dan mencegah masalah gizi buruk pada anak usia sekolah terus digenjot di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Tahun 2026 ini, program JAPFA for Kids yang diinisiasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk kembali digulirkan, menyasar ribuan murid sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah untuk mendapatkan perawatan kesehatan serta pemenuhan asupan gizi secara teratur selama setengah tahun. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sudah berjalan dengan baik pada periode sebelumnya.

Camat Margasari, Erlin Trisnawati, menyampaikan bahwa program ini difokuskan untuk memantau pertumbuhan sekaligus menangani kasus kekurangan gizi yang masih dijumpai pada anak usia sekolah.

“Kami menargetkan siswa SD dan MI. Tujuannya jelas, memantau perkembangan fisik anak sekaligus mengatasi persoalan gizi yang ada. Selama enam bulan ke depan mereka akan menerima pasokan telur, susu, dan vitamin, didampingi tenaga kesehatan serta dipantau pertumbuhannya secara berkala,” jelas Erlin saat ditemui pada Jumat (12/6/2026).

Penerapan program ini melibatkan kerja sama antara tim dari JAPFA, petugas kesehatan puskesmas, serta tenaga pendidik yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Pemantauan dilakukan dengan mengukur tinggi dan berat badan serta indikator kesehatan lainnya. Data yang diperoleh di awal program akan menjadi acuan untuk menilai kemajuan kondisi anak setelah enam bulan berjalan.

“Nanti di akhir periode akan dilakukan evaluasi. Jika ada siswa yang perkembangannya belum memenuhi standar, tim akan turun langsung untuk memeriksa lebih lanjut dan mencari tahu penyebabnya,” tambahnya.

Dari pelaksanaan tahun sebelumnya, program ini terbukti tidak hanya bermanfaat untuk memantau gizi, tetapi juga membantu mendeteksi kondisi kesehatan yang selama ini belum diketahui. Sejumlah murid diketahui mengidap penyakit tuberkulosis dan kekurangan darah tingkat berat setelah melalui pemeriksaan mendalam.

“Berkat program ini, kami bisa segera mengarahkan mereka untuk menjalani pengobatan. Kami berharap dalam waktu tiga hingga enam bulan kondisi kesehatannya pulih dan pertumbuhannya bisa berjalan normal kembali,” ujar Erlin.

Jika tahun lalu program menjangkau 21 sekolah, maka pada tahun ini dilaksanakan di 19 lokasi berbeda dengan jumlah peserta mencapai 3.053 siswa dari kelas satu hingga lima. Agar pelaksanaannya berjalan tepat sasaran, JAPFA bersama puskesmas dan pemerintah kecamatan mengadakan pelatihan khusus bagi guru penanggung jawab.

Kegiatan pembekalan tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan Margasari pada Kamis (11/6/2026), dihadiri oleh dua orang guru pendamping dan satu perwakilan kepala sekolah dari setiap satuan pendidikan. Materi yang disampaikan meliputi tata cara pelaksanaan program, teknik pengukuran pertumbuhan, serta panduan pendampingan selama masa berlangsungnya kegiatan.

“Sebelum bantuan gizi diberikan, kami lakukan pengukuran kondisi awal. Hasilnya akan dibandingkan lagi di akhir masa program untuk melihat perkembangan yang dicapai,” terangnya.

Sebelum rangkaian pelatihan berlangsung, JAPFA juga menggelar JAPFA for Kids Awards 2026 berupa lomba cerdas cermat bagi tenaga pendidik. Kompetisi yang diselenggarakan di Gedung Guru Dikpora Kecamatan Margasari pada Rabu (10/6/2026) ini menguji pengetahuan seputar gizi seimbang, kesehatan anak, serta penerapan gaya hidup sehat di sekolah.

Dari serangkaian babak persaingan, tiga sekolah berhasil masuk ke babak puncak, yaitu SDN Margasari 01, SDN Jembayat 04, dan SD Islam Al Falah Margasari. Akhirnya, SDN Jembayat 04 keluar sebagai juara pertama, disusul SD Islam Al Falah Margasari di posisi kedua, dan SDN Margasari 01 di tempat ketiga.

Melalui berbagai kegiatan ini, diharapkan para guru semakin siap dan tergerak untuk menanamkan pola hidup sehat serta pengetahuan gizi kepada siswa secara berkelanjutan.

“Harapan kami, program ini mampu menekan angka kasus kekurangan gizi di kalangan siswa SD dan MI, sekaligus membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini,” pungkas Erlin.

( Red )


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *