Beranda / Berita / Rayakan HUT ke-50 tahun, Gereja Baptis Mula-Mula Santarosa Selasa 07 juli 2026 Teguhkan Persatuan di Tanah Papua. newsoneindonesia.com

Rayakan HUT ke-50 tahun, Gereja Baptis Mula-Mula Santarosa Selasa 07 juli 2026 Teguhkan Persatuan di Tanah Papua. newsoneindonesia.com

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com, Jayapura  – Gereja Baptis Mula-Mula Santarosa sukses menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-50 tahun. Momen emas ini menjadi tonggak sejarah penting sekaligus refleksi perjalanan panjang pekabaran Injil di Tanah Papua.

Ibadah syukur ini menghadirkan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP), Pdt.Stefanus wenda, M.Th., sebagai pengkhotbah utama. Dalam khotbah dan sambutannya, Pdt.Stefanus menekankan pentingnya menjaga kesatuan di antara seluruh jemaat Baptis.

Kita Baptis Papua, Baptis West Papua, Baptis Anugerah Indonesia, dan berbagai denominasi Baptis lainnya adalah tetap satu.
Usia 50 tahun bukanlah usia yang mudah, melainkan usia yang paling tua dan matang dalam pelayanan,”
tegas Pdt. Stefanus wenda, M. Th

Pemerintah Provinsi Papua Beri Apresiasi

tinggi juga datang dari pihak pemerintah.
Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Papua, Mathius Derek Fakhiri, S.I.K., M.H., bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Christian Sohilait, S.T., M.Si., memberikan sambutan hangat yang diwakili oleh pihak pemerintah provinsi.

Dalam pesannya, pemerintah daerah mengingatkan bahwa meskipun Papua memiliki keberagaman denominasi gereja yang dominan, kebersamaan sebagai masyarakat Papua harus tetap dijaga.

Kita di Papua banyak didominasi oleh gereja, tetapi kita tetap satu, yaitu satu Papua,” ungkap perwakilan pemerintah daerah dalam sambutannya.

Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan kader dan intelektual Baptis, Gerius One Yoman, S.Pd., M.Si., turut menyatakan bahwa seluruh elemen Baptis berada dalam satu kesatuan visi. “Kita Baptis satu onai (satu hati/pondasi). Tujuan kita sama, yaitu mengajarkan dan memberitakan firman Tuhan,” ujarnya.

Sejarah dan Pesan Pendiri,
Suasana haru dan khidmat terasa saat perwakilan orang tua sekaligus pendiri Gereja Baptis Mula-Mula Santarosa, (Ibu Lidya Karetji), membagikan kilas balik sejarah gereja.
Beliau mengisahkan bagaimana para misionaris membawa masuk Injil pertama kali hingga tiba di kota Tiom (yang sekarang menjadi Kabupaten Lanny Jaya).

Tiom, api Injil meluas ke berbagai daerah. Perjalanan pekabaran Injil dari Tiom langsung menuju ke Jayapura, di mana tempat pertama yang dibangun adalah Gereja Baptis di Santarosa. Dari Santarosa inilah pelayanannya melebar luas ke seluruh Jayapura, Sorong, Wamena, dan wilayah Papua pada umumnya.

Di akhir kesaksiannya, Ibu Lidya,
memberikan pesan mendalam bagi generasi penerus:

.Jangan pernah lupa bersyukur.
.Jangan padamkan api Kristus.
.Jagalah api Kristus tetap menyala sampai selama-lamanya.

Ucapan Terima Kasih dari Badan Pelayan,

Ketua Badan Pelayan Jemaat setempat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Wilayah Jayapura, Keerom, dan Yahukimo,
Pdt. Dominggus Wenda, S.Th., menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran seluruh pihak.

“Wenda, menyampaikan banyak terima kasih kepada para undangan, khususnya Ketua Umum (PGBP) dan jajaranNya

Wenda jugamenyampikn selamat datng Pemerintah Provinsi Papua beserta seluruh jajarannya yang telah hadir mendukung acara ini.

Selamat ulang tahun yang ke-50 tahun untuk Gereja Baptis Mula-Mula Santarosa,” tutup Pdt. Dominggus.

Red: Baklua Tabuni


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *