Newsoneindonesia.com|Jayapura – Aliansi Masyarakat Poros Saireri bersama Relawan MARIO dan NOKEN TIFA secara resmi menyatakan kekecewaan mendalam terhadap dinamika penempatan figur-figur strategis pasca-penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih oleh KPU Provinsi Papua.
Para pejuang lapangan yang mengawal kemenangan sejak tahapan awal, masa kampanye yang berat, hingga proses melelahkan di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU), menilai ada ketidakadilan dalam pembagian porsi peran dan kebijakan strategis saat ini.

Poin-Poin Pernyataan Sikap:
Pengabaian Struktur Relawan: Seluruh ketua relawan di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota merasa tidak terakomodir dengan baik. Padahal, mereka adalah garda terdepan yang bekerja tanpa imbalan demi memastikan kemenangan di akar rumput.
Dominasi Lawan Politik: Aliansi mencium adanya upaya dari figur-figur yang sebelumnya berseberangan (lawan politik) untuk masuk dan memanfaatkan “kesempatan dalam kesempitan” demi mengamankan posisi strategis.
“Kami tidak sedang meminta jatah, kami sedang menuntut keadilan komitmen. Kekuasaan ini harus dijalankan oleh orang-orang yang mengerti visi perjuangan dari nol, bukan oleh para oportunis yang hanya datang saat hidangan sudah tersaji,” tegas juru bicara Aliansi dalam jumpa pers di Jayapura.
Tuntutan Kami:
1). Meminta Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk meninjau ulang penempatan orang-orang di lingkaran kekuasaan agar mengutamakan integritas dan sejarah perjuangan.
2). Membersihkan birokrasi dan posisi strategis dari infiltrasi lawan politik yang hanya ingin mengamankan kepentingan pribadi.
3). Membuka ruang dialog bagi para ketua relawan tingkat daerah untuk sinkronisasi pengawalan visi-misi pembangunan Papua ke depan.
Sekretariat Bersama Aliansi Masyarakat Poros Saireri & Relawan MARIO-NOKEN TIFA.
(Temin/Red)










