Newsoneindonesia.com, Pemalang | Arus lalu lintas di jalur Pantura (Pantai Utara) Jawa, tepatnya di ruas Pelawangan perbatasan Pemalang-Tegal, lumpuh total pada Senin pagi. Genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 50 hingga 80 sentimeter merendam badan jalan akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu malam.
Pantauan di lokasi, banjir menyebabkan sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua mengalami mogok saat mencoba menerobos genangan. Sebuah minibus dan beberapa sepeda motor terlihat terpaksa didorong oleh pemiliknya ke tepi jalan yang lebih tinggi. Kemacetan panjang pun tidak terhindarkan, mengular hingga kurang lebih dua kilometer dari kedua arah.
“Saya sudah terjebak hampir dua jam. Mobil saya mati total saat masuk banjir, air masuk ke knalpot,” ujar Sunaryo (45), seorang sopir asal Brebes, Senin 16 Februari 2026
Para pengendara yang terjebak memilih untuk bertahan di kendaraan mereka atau mengungsi ke warung-warung pinggir jalan sambil menunggu air surut. Aktivitas warga sekitar juga ikut terganggu akibat kemacetan yang menyumbat akses menuju pemukiman.
Pihak berwenang setempat memghimbau kepada para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati.
“Kami imbau kepada pengendara untuk tidak memaksakan diri melewati genangan jika ketinggian air tidak memungkinkan, demi keselamatan dan menghindari kerusakan kendaraan” kata petugas yang berada di lokasi.
Sementara itu, warga dan para pengendara yang terdampak mendesak pemerintah daerah, baik Pemkab Pemalang maupun Pemkab Tegal, untuk segera turun tangan. Mereka meminta adanya solusi jangka panjang atas banjir langganan di titik tersebut, seperti normalisasi drainase atau peninggian badan jalan, agar peristiwa serupa tidak terus berulang dan menghambat roda perekonomian di jalur utama Pantura.
( Aan / Red )










