Beranda / Daerah / Bencana Longsor di Brebes Ancam Puluhan Rumah, Warga Minta Penanganan Segera

Bencana Longsor di Brebes Ancam Puluhan Rumah, Warga Minta Penanganan Segera

Bagikan Berita

newsoneindonesia.com||Brebes,– Sebanyak sepuluh rumah warga di Dukuh Satir, Kotamandala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, terancam akibat bencana tanah longsor yang terus menggerus tebing di sepanjang Sungai Kali Pedes. Empat rumah di antaranya telah hanyut diterjang longsor, sementara enam bangunan lainnya masih berdiri di atas tebing yang kondisinya kian kritis.

Bencana ini dipicu oleh kombinasi hujan deras dan derasnya aliran sungai yang mengikis dasar tebing. Warga setempat menduga, aktivitas pembuatan tebing untuk pengamanan jembatan sungai turut memperparah aliran air, sehingga menggerus tanah di sekitar pemukiman.

Aliudin, selaku RT 05 RW 09, menyatakan kekhawatiran dan kekecewaan warga atas lambatnya penanganan dari pemerintah.

“Kami sudah lama menunggu penanganan dari pemerintah, namun belum ada tindakan nyata. Kami berharap pemerintah segera ambil tindakan untuk membikin tanggul pengamanan atau bronjong tebing agar bisa menahan arus air Kali Pedes yang menimbulkan bencana longsor,” ujarnya dalam pernyataan kepada media pada Kamis (20/11/2025).

Menurutnya, situasi ini sangat mengkhawatirkan karena ancaman longsor masih terus berlangsung setiap kali hujan turun. Warga hidup dalam ketakutan akan kehilangan tempat tinggal mereka.

Meskipun lokasi kejadian telah beberapa kali ditinjau oleh berbagai instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD), Badan Pemberdayaan Desa (BPD), Koramil, dan instansi lainnya, hingga saat ini belum ada langkah konkret yang dirasakan warga.

Mereka mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan dan membangun struktur penahan, seperti bronjong, guna memperkuat tebing dan mencegah bencana yang lebih parah. Warga berharap suara mereka didengar sebelum korban dan kerusakan bertambah.

( Red )


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *