Beranda / Berita Daerah / ​Cuaca Panas Ekstrem Picu Ledakan Mobil Bermuatan Petasan di Kampung Harapan Jayapura

​Cuaca Panas Ekstrem Picu Ledakan Mobil Bermuatan Petasan di Kampung Harapan Jayapura

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com| Jayapura–Sebuah insiden kebakaran hebat menimpa satu unit mobil bak terbuka (pick-up) yang sedang mengangkut muatan petasan di kawasan Ujung Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, pada Minggu (28/12/2025).
Peristiwa yang terjadi di tengah cuaca terik ini diduga kuat dipicu oleh reaksi kimia bahan peledak akibat suhu udara yang ekstrem.
​Kronologi dan Analisis Penyebab
​Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, kebakaran bermula saat mobil melintasi kawasan tersebut di bawah paparan sinar matahari yang sangat menyengat.
Suhu lingkungan yang tinggi memicu reaksi berantai pada material petasan yang berada di bak mobil.
​Pakar keselamatan menjelaskan bahwa insiden ini terjadi karena beberapa faktor teknis
​Sensitivitas Bahan Kimia Petasan mengandung senyawa seperti nitrat dan perklorat yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu.
​Suhu Kabin/Bak yang Ekstrem: Di bawah terik matahari, suhu pada kendaraan yang terparkir atau terbuka dapat melonjak hingga 50°C – 70°C. Suhu ini telah melampaui “titik bakar” bahan kimia tertentu dalam petasan, sehingga memicu penyalaan spontan.
​Gesekan Selama Perjalanan: Getaran dan guncangan mobil saat melaju menambah risiko gesekan antar bahan peledak, yang mempercepat terjadinya ledakan.
​Himbauan Keselamatan
​Pihak berwenang mengingatkan masyarakat akan bahaya fatal mengangkut bahan peledak atau petasan menggunakan kendaraan pribadi, terutama pada musim kemarau atau cuaca panas.
​”Risiko ledakan sangat besar bagi keselamatan nyawa dan properti.
Kami sangat menekankan agar masyarakat tidak menyimpan atau mengangkut bahan mudah meledak di dalam kendaraan dalam kondisi cuaca panas seperti saat ini,” ujar perwakilan petugas di lokasi kejadian.
​Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan api.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melaporkan jika melihat aktivitas pengangkutan bahan berbahaya yang tidak sesuai prosedur keamanan.
Ivan /Red

Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *