Newsoneindonesia.com|Jayapura–Gubernur Papua, Matius D. Fakhri menutup rangkaian kegiatan dialog tatap muka bersama masyarakat yang dipusatkan di kantor Gubernur lantai 2, Kamis (11/12/2025).
Acara ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Papua, yang membawa serta berbagai keluhan dan aspirasi.
Kegiatan dialog ini menjadi forum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung isu-isu yang mereka hadapi, mulai dari masalah infrastruktur, layanan publik, hingga konflik lahan dan ekonomi lokal.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya peserta yang berdatangan.
Keluhan Membludak dan Beragam
Sepanjang sesi dialog, Gubernur Matius D. mendengarkan berbagai keluhan yang mencerminkan kompleksitas permasalahan di Provinsi Papua.
Beberapa isu yang mendominasi termasuk:
Pembangunan Infrastruktur: Keluhan mengenai akses jalan yang buruk di daerah pedalaman.
Layanan Kesehatan dan Pendidikan: Permintaan pemerataan tenaga medis dan guru di wilayah terpencil.
Masalah Administrasi Pemerintahan: Sorotan terhadap proses birokrasi yang lambat.
Respons dan Catatan
Meskipun Gubernur berusaha menjawab dan memberikan solusi terhadap sejumlah keluhan, pelaksanaan dialog juga diwarnai oleh beberapa catatan.
Berdasarkan pantauan, tidak semua pertanyaan dan keluhan masyarakat dapat terjawab secara tuntas atau sesuai dengan harapan para penanya.
“Kami mengapresiasi kesempatan bertemu langsung dengan Bapak Gubernur.
Namun, kami berharap jawaban yang diberikan tidak hanya bersifat normatif, tetapi langsung menyentuh akar masalah yang kami hadapi di daerah,” ujar salah satu perwakilan masyarakat dari Kabupaten Pegunungan Bintang.
Di akhir acara, Gubernur Matius D. menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat.
“Semua masukan dan keluhan yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan evaluasi dan prioritas utama bagi Pemerintah Provinsi Papua.
Kami akan menindaklanjuti secara bertahap, meskipun tidak semua bisa dijawab dan diselesaikan dalam satu hari,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Papua berjanji akan membentuk tim khusus untuk menginventarisasi dan menganalisis semua keluhan yang tidak sempat terjawab secara memuaskan selama sesi dialog ini.
(Ivan/Red)










