Palembang, newsoneindonesia.com – Kondisi stok beras di gudang Perum Bulog wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung mendapat apresiasi karena dinilai terjaga dengan sangat baik, meskipun sebagian beras telah disimpan mendekati satu tahun, dilaksanakan di Gudang Bulog Sukamaju,Jl. MP.Mangkunegara No.A5, Suka Maju, Sako,Palembang.
“Dalam peninjauan yang dilakukan, ditemukan bahwa beras produksi bulan Maret tahun sebelumnya masih tersimpan dengan kualitas yang tetap baik. Hal ini menunjukkan perawatan dan pengelolaan gudang oleh Bulog berjalan optimal dan telaten,selasa (24/02/2026).
“yang diwawancarai oleh awak media Namun demikian, kondisi tersebut juga menjadi perhatian serius. Pasalnya, penyimpanan beras dalam jangka waktu yang terlalu lama dinilai tidak ideal, sehingga diperlukan langkah cepat untuk mendistribusikan stok yang telah mendekati usia satu tahun.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Tidak mungkin beras terus disimpan terlalu lama di gudang. Harus segera ada langkah strategis agar beras tersebut bisa segera keluar dan dimanfaatkan,” ujar pihak terkait.
“Selain itu, Bulog pada tahun ini juga mendapat penugasan untuk menyerap hasil panen beras dan jagung. Oleh karena itu, diperlukan manajemen distribusi yang baik agar kapasitas gudang tetap mencukupi dan tidak mengalami penumpukan.
“Di sisi lain, capaian produksi daerah juga turut menjadi sorotan. Kabupaten Banyuasin disebut telah menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan, bahkan melampaui sejumlah daerah di Pulau Jawa dengan capaian produksi hingga sekitar 2 juta ton.
“Meski demikian, tantangan masih dihadapi terutama terkait tingginya biaya produksi dalam negeri. Hal ini membuat daya saing beras Indonesia di pasar ekspor masih kalah dibandingkan negara-negara seperti China, Thailand, Vietnam, dan India yang memiliki biaya produksi lebih rendah.
“Sebagai langkah awal membuka peluang ekspor, salah satu opsi yang didorong adalah pemanfaatan pasar jamaah haji Indonesia. Dengan jumlah jamaah yang besar dan masa tinggal yang cukup lama di Tanah Suci, kebutuhan konsumsi beras dinilai dapat menjadi potensi pasar tersendiri bagi produk dalam negeri.
“Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi solusi awal dalam memperluas distribusi beras Indonesia ke pasar internasional, sekaligus menjaga stabilitas stok di dalam negeri.(red)










