JAYAPURA, newsoneindonesia.com (21 Desember 2025) Memasuki puncak arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), masyarakat di wilayah Papua mulai mengeluhkan lonjakan harga tiket pesawat yang signifikan, khususnya untuk rute domestik Jayapura menuju Biak Numfor.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua bersama instansi terkait telah menyiapkan serangkaian langkah strategis guna memastikan mobilitas warga tetap berjalan lancar dan terjangkau.
Lonjakan Harga dan Keluhan Masyarakat
Pantauan di berbagai kanal penjualan tiket menunjukkan harga tiket pesawat Jayapura-Biak mengalami kenaikan di atas rata-rata hari biasa.
Hal ini dipicu oleh tingginya permintaan (high season) dan terbatasnya jumlah armada yang beroperasi pada rute tersebut.
Banyak warga berharap pemerintah dapat mengintervensi harga agar mereka dapat merayakan Natal di kampung halaman tanpa terbebani biaya transportasi yang membengkak.
Langkah Nyata Pemerintah Daerah
Pemerintah Provinsi Papua, di bawah arahan Gubernur, telah menetapkan beberapa langkah konkrit
Program Mudik Gratis (Darat & Laut): Sebagai solusi alternatif, Pemerintah Provinsi Papua telah meluncurkan layanan tiket gratis dengan total kuota 16.400 penumpang.
Untuk rute ke Biak Numfor, pemerintah mengerahkan armada kapal milik PT Belibis Papua Mandiri dan kapal PELNI yang bertolak dari Pelabuhan Jayapura.
Program ini bertujuan mengalihkan beban penumpang udara ke moda transportasi laut yang lebih terjangkau.
Monitoring Tarif Batas Atas (TBA): Dinas Perhubungan Provinsi Papua berkoordinasi dengan Otoritas Bandara Wilayah X Jayapura untuk memperketat pengawasan terhadap maskapai.
Pemerintah menegaskan bahwa maskapai dilarang keras menjual tiket melebihi Tarif Batas Atas (TBA) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan.
Optimalisasi Diskon PPN dan Insentif Pusat Sesuai kebijakan nasional, pemerintah daerah memastikan penerapan diskon PPN tiket pesawat sebesar 6% dan penurunan biaya layanan bandara berjalan di lapangan.
Penurunan harga avtur di Bandara Sentani dan Bandara Frans Kaisiepo juga diharapkan dapat menekan biaya operasional maskapai sehingga harga tiket tetap kompetitif.
Penambahan Jam Operasional Bandara: Guna menambah frekuensi penerbangan (extra flight), jam operasional Bandara Frans Kaisiepo Biak dan Bandara Sentani Jayapura diperpanjang untuk mengakomodasi lonjakan jumlah penumpang.
Pesan Pemerintah
Gubernur Papua menekankan pentingnya pembagian fasilitas mudik gratis dilakukan secara adil tanpa praktik KKN.
“Kami ingin memastikan seluruh warga Papua dapat pulang dan berkumpul bersama keluarga tanpa terhalang biaya. Pemerintah hadir untuk memberikan solusi bagi masyarakat di tengah lonjakan harga tiket ini,” pungkasnya.
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan saluran resmi pemerintah untuk mendapatkan informasi mengenai jadwal kapal maupun bus DAMRI gratis yang masih tersedia.
Tim/Red










