Palembang, newsoneindonesia.com Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sumatera Selatan menggelar kegiatan pembekalan tentang perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) bagi para guru. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman tenaga pendidik mengenai HAM dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama terkait perlindungan hak anak didik, dilaksanakan di hotel airish Palembang
“Perwakilan Pemprov Sumsel mengapresiasi langkah Kanwil HAM Sumsel yang dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kapasitas para guru,rabu (03/12/2025).
“yang diwawancarai oleh awak media Ini adalah salah satu bentuk pembekalan agar para guru memiliki pemahaman tentang HAM dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik. Mereka harus mantap dalam melaksanakan tugas dan memahami tindakan-tindakan apa saja yang harus dilakukan dalam memberikan pembelajaran, khususnya terkait hak anak didik,” ujar apriyadi perwakilan Pemprov.
“Ia menegaskan bahwa tenaga pendidik harus memahami batasan-batasan yang termasuk kategori pelanggaran HAM agar tidak terjadi kekeliruan dalam proses pendidikan. “Tujuannya adalah menciptakan sumber daya manusia yang baik di masa mendatang,” tambahnya.
“Sementara itu, Kepala Bidang HAM Kanwil Kemenkumham Sumsel, Henry Mardi, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa isu HAM yang menyangkut anak didik semakin relevan dan membutuhkan perhatian khusus.
“HAM ini luas dan universal, namun akhir-akhir ini banyak kasus yang berdampak kepada anak didik. Ada pula kasus di mana beban kesalahan ditujukan kepada guru, padahal tugas tersebut sebenarnya sudah diatur dalam undang-undang,” jelas Henry.
“Ia menegaskan bahwa profesi guru adalah profesi mulia yang bertujuan meningkatkan kecerdasan bangsa. Karena itu, pemahaman HAM penting untuk melindungi guru sekaligus memberi kepastian dalam menjalankan tugas.
“Kegiatan ini juga akan melibatkan akademisi untuk merumuskan rekomendasi yang akan disampaikan kepada kepala daerah. Tidak hanya berhenti pada satu lokasi, pembinaan serupa juga akan dilanjutkan ke wilayah-wilayah terpencil, termasuk pesantren dan lembaga pendidikan nonformal.
“Hendri juga berpesan agar guru tetap percaya diri dan memberikan perlakuan yang adil kepada seluruh siswa.
“Guru harus merangkul semua murid tanpa membedakan latar belakang. Anak pejabat maupun bukan, semua harus diperlakukan sama. Ini untuk memperkuat profesionalitas dan mencegah potensi dugaan-dugaan yang dapat melemahkan guru,” tegasnya.
“Ia berharap melalui penguatan perspektif HAM ini, para pendidik semakin mantap menjalankan tugas mulianya dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berpedoman pada nilai-nilai Pancasila.(red)










