Beranda / Berita / Kejati Papua Gelar Kampanye Anti Korupsi: “Stop Korupsi, Bangun Tanah Tabi Menuju Kota Metropolitan”

Kejati Papua Gelar Kampanye Anti Korupsi: “Stop Korupsi, Bangun Tanah Tabi Menuju Kota Metropolitan”

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com| Jayapura–Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua melalui Bidang Intelijen melaksanakan aksi nyata dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia dengan menggelar kampanye masif di area Car Free Day Pantai Holtekam, Kota Jayapura, Kamis (4/12/2025).

Aksi kampanye ini mengusung tema yang relevan dengan semangat pembangunan daerah, yaitu “Stop Korupsi, Bangun Tanah Tabi Menuju Kota Metropolitan.”

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas tentang bahaya laten korupsi yang dapat menghambat laju pembangunan.

“Korupsi adalah musuh bersama yang harus kita berantas. 

Tema ‘Bangun Tanah Tabi Menuju Kota Metropolitan’ kami angkat untuk menegaskan bahwa cita-cita membangun Jayapura menjadi kota maju tidak akan pernah terwujud tanpa adanya integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi,” ujar Asintel, pada Sabtu (1/11/2025).

Poin-Poin Kegiatan:

​Penyebaran Materi Edukasi: Tim Intelijen Kejati Papua membagikan stiker, leaflet, dan merchandise bertema anti korupsi kepada pengunjung Car Free Day.

Dialog Interaktif: Dilakukan sesi dialog singkat dengan warga mengenai peran serta masyarakat dalam pencegahan tindak pidana korupsi, termasuk mekanisme pelaporan dugaan korupsi.

Deklarasi Anti Korupsi: Kejati Papua mengajak seluruh lapisan masyarakat yang hadir untuk secara simbolis menandatangani spanduk komitmen anti korupsi.

Lokasi Pantai Holtekam dipilih karena merupakan pusat kegiatan masyarakat dan rekreasi pada akhir pekan, sehingga pesan anti korupsi dapat menjangkau berbagai kalangan, mulai dari keluarga, pemuda, hingga pelaku usaha.

Kejati Papua berkomitmen untuk terus proaktif, tidak hanya dalam penindakan, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan edukasi.

Kampanye ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pemberantasan korupsi dimulai dari integritas diri setiap individu.

(Ivan/Red)


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *