newsoneindonesia.com||Halmahera Barat, 30 Oktober 2025 –Keluarga korban pengeroyokan di kawasan Tiabo, Kecamatan Loloda Tengah, Halmahera Barat, mendesak Polres Halmahera Barat untuk segera menindaklanjuti kasus kekerasan yang menimpa tiga warga Desa Barataku. Para korban mengalami luka-luka akibat pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal.
Kejadian ini bermula saat dua warga, Rantino Tuandali dan Kevin Kamaniba, diserang saat dalam perjalanan pulang ke Desa Barataku. Sementara itu, seorang warga lain bernama Viko Rafles Tuandali juga mengalami aksi kekerasan serupa di lokasi yang sama.
Menurut laporan polisi, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (28/10/2025) sekitar pukul 18.00 WIT. Para pelaku menggunakan besi ulir dan linggis untuk menyerang korban. Beruntung, aksi kekerasan tersebut diketahui warga sekitar yang segera melerai dan membantu kedua korban melanjutkan perjalanan ke Desa Barataku.
Keluarga korban meminta kepolisian untuk bertindak cepat dan profesional dalam menangani kasus ini, karena mereka menilai kejadian tersebut bukan sekadar tindak kekerasan biasa, tetapi sudah mengarah pada aksi premanisme yang mengancam keselamatan warga.

“Ronal Tuandali, kakak dari ketiga korban, menyatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Halmahera Barat untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia juga mengungkapkan bahwa para korban telah menjalani visum dan hasilnya telah keluar,” ucap Ronal.
“Dengan tegas kami minta aparat kepolisian jangan tinggal diam. Ini bukan perkelahian biasa, tapi sudah pengeroyokan dengan senjata tajam. Para pelaku harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Ronal.
Ronal juga menambahkan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa pelaku diduga warga Desa Roko, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, bernama Glen Belehoko. Ia berharap polisi dapat menindaklanjuti kasus ini dengan serius dan profesional.
“Kami berharap polisi menindaklanjuti kasus ini dengan serius. Kalau dibiarkan, masyarakat akan kehilangan kepercayaan kepada penegak hukum,” tandasnya.
Kasus pengeroyokan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama terkait keamanan dan keselamatan warga di wilayah Loloda Tengah. Pihak kepolisian diharapkan dapat menangani kasus ini dengan cepat dan profesional untuk mengembalikan rasa aman dan kepercayaan masyarakat.
Reaksi Ke-3 Korban
Rantino Tuandali, Saya sangat takut dan trauma dengan kejadian ini. Saya berharap polisi dapat menangkap pelaku dan memberikan keadilan kepada kami.”
Kevin Kamaniba, saya masih mengalami sakit di bagian perut akibat serangan linggis. Saya berharap pelaku dapat ditangkap dan dihukum sesuai dengan perbuatannya.”
Viko Rafles Tuandali, Saya sangat kecewa dengan kejadian ini, saya berharap polisi dapat menangani kasus ini dengan serius dan profesional.” tegasnya.
Dengan demikian, diharapkan kasus pengeroyokan ini dapat segera diselesaikan dan pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Dn/red










