Beranda / Berita / Krisis Operasional dan Tuntutan Hak Karyawan Layanan Rawat Jalan dan IGD RSJ Abepura Ditutup Sementara

Krisis Operasional dan Tuntutan Hak Karyawan Layanan Rawat Jalan dan IGD RSJ Abepura Ditutup Sementara

Bagikan Berita

Jayapura, Newsoneindonesia.com , 22 Januari 2026 Terhitung mulai hari ini, Kamis, 22 Januari 2026, sebanyak 12 Kepala Ruangan Rawat Inap (RANAP), Kepala Instalasi, dan Kepala Unit di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura menyatakan penutupan sementara pada sejumlah layanan vital rumah sakit.

​Layanan yang terdampak penutupan sementara ini meliputi

​Instalasi Gawat Darurat (IGD)

​Poliklinik (Rawat Jalan)

​Laboratorium
​Farmasi/Apotek

​Penyebab Utama Penutupan
​Perwakilan Kepala Ruangan RANAP RSJ Abepura menyatakan bahwa keputusan sulit ini diambil karena adanya kendala teknis operasional yang sangat krusial, yaitu
​Kekosongan Stok Obat Ketiadaan persediaan obat-obatan di apotek rumah sakit yang menghambat proses penyembuhan pasien.

​Ketiadaan Reagen Laboratorium Stok reagen pada unit Laboratorium habis total, sehingga pemeriksaan penunjang medis tidak dapat dilakukan.

​Tuntutan Hak Tenaga Medis
​Selain kendala operasional, aksi ini merupakan bentuk protes atas belum terpenuhinya hak-hak kesejahteraan pegawai.

Perwakilan staf medis menuntut pembayaran segera atas:
​Jasa Pelayanan BPJS yang menunggak selama 7 bulan.

​Jasa Pelayanan Non-JKN untuk periode tahun 2025 yang hingga kini belum dibayarkan.

​”Kami meminta pihak manajemen dan instansi terkait untuk segera menindaklanjuti permasalahan ini.

Kami ingin melayani masyarakat, namun tanpa obat, alat laboratorium, dan kepastian hak kami yang belum dibayar, pelayanan tidak dapat berjalan dengan semestinya.

Pelayanan akan segera kami buka kembali setelah ada tindak lanjut nyata,” ujar Perwakilan Kepala Ruangan RANAP RSJ Abepura.

​Harapan ke Depan
​Pihak tenaga medis berharap Pemerintah Provinsi Papua dan Manajemen RSJ Abepura dapat memberikan solusi konkret dalam waktu sesingkat-singkatnya demi keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya bagi pasien jiwa yang membutuhkan penanganan khusus.

Ivan/Red


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *