Lewati ke konten

Newsoneindonesia.com| PAPUA–Di tengah gempita perayaan Natal dunia, ribuan warga sipil di Papua, termasuk anak-anak, terpaksa memaknai kelahiran Sang Juru Selamat di bawah rimbunnya pohon hutan, goa-goa, dan tenda darurat. Natal tahun ini bukan sekadar seremoni altar yang megah, melainkan sebuah cermin kepedihan yang mendalam, Kamis (25/12/2025).
Refleksi Betlehem di Tanah Papua, Sejarah mencatat bahwa Yesus Kristus pernah menjadi pengungsi ke Mesir demi menghindari ancaman senjata Herodes. Hari ini, narasi memilukan tersebut terulang kembali di Tanah Papua. Anak-anak yang seharusnya bersukacita di dalam rumah, kini harus mendekam di hutan-hutan karena situasi keamanan.
“Jika hari ini Yesus lahir di Papua, Ia tidak akan ditemukan di gedung-gedung mewah. Ia akan ditemukan di tenda-tenda pengungsian, berbaring di antara trauma dan harapan anak-anak kami,” ungkap pernyataan sikap masyarakat pengungsian.

Harapan Pembebasan dan Keadilan Masyarakat Papua membawa kerinduan mendalam akan hadirnya sosok pembebas.
Sebagaimana Allah mengutus Musa untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Firaun di Mesir menuju Tanah Perjanjian, masyarakat Papua menggantungkan harapan agar pemimpin bangsa saat ini, Prabowo Subianto, dapat menjadi instrumen Tuhan untuk membawa Kami memohon kepada Tuhan dan mendesak pemerintah untuk. Memulihkan Negeri, menegakkan keadilan sebagai fondasi utama kedamaian, bukan dengan pendekatan kekerasan atau kejahatan.
Kepulangan Pengungsi. Menjamin keamanan agar warga dapat kembali ke rumah masing-masing dan mengakhiri hidup di bawah
Kemanusiaan di Atas Segalanya. Memprioritaskan trauma healing bagi anak-anak di pengungsian yang kehilangan hak dasar mereka untuk merayakan Natal dengan tenang.
Natal dalam Duka Cita
Perayaan tahun ini bukanlah tentang kemeriahan, melainkan tentang solidaritas dalam penderitaan. “Kami adalah pengungsian, kita semua adalah pengungsian.” Natal menjadi pengingat bahwa damai yang sejati adalah saat setiap insan dapat tidur tenang di rumah sendiri tanpa bayang-bayang senjata.
(Temin Read)
Related Posts
April 9, 2026
April 8, 2026
April 8, 2026