Beranda / Nasional / Pakar Psikologi Forensik Sebut Aksi Penyiram Air Keras Andrie Yunus ‘Berantakan’ Bukan Gaya Intelijen

Pakar Psikologi Forensik Sebut Aksi Penyiram Air Keras Andrie Yunus ‘Berantakan’ Bukan Gaya Intelijen

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com| Jakarta – Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, mengomentari peristiwa aktivis KontraS yang disiram air keras saat perjalanan pulang. Master Psikologi Forensik itu tidak begitu sepakat apabila pelaku penyiram air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, disebut sebagai orang terlatih.
Pasalnya, apabila dilihat dari rekaman CCTV dan tempat kejadian perkara (TKP), para pelaku dinilai cukup berantakan saat melakukan aksi kriminalnya. Beberapa hal yang disorot adalah penampilan pelaku yang tidak mengenakan penutup kepala atau masker saat beraksi sehingga wajahnya terlihat jelas di CCTV.
Sejumlah fakta yang muncul di permukaan justru memunculkan tanda tanya baru. Dalam pandangannya, Reza menilai ada beberapa hal yang tidak lazim, terutama terkait pola tindakan pelaku yang tidak mencerminkan karakter individu dengan latar belakang intelijen.
“Jika benar pelaku memiliki pelatihan khusus, seharusnya ada tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi dalam menjalankan aksinya,” ujar Reza.
Alih-alih terlihat rapi dan terencana, justru muncul kesan bahwa jejak yang ditinggalkan terlalu mudah dilacak. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa peristiwa tersebut mungkin tidak sesederhana yang terlihat di permukaan. Selain itu, aspek motif juga menjadi sorotan.
Hingga kini, alasan pasti di balik aksi penyiraman air keras tersebut belum sepenuhnya terungkap secara jelas ke publik. Reza menekankan bahwa motif merupakan elemen penting dalam mengurai suatu kasus kriminal.
Tanpa penjelasan yang utuh, akan sulit untuk memahami konteks peristiwa secara menyeluruh. Hal ini juga berpotensi menimbulkan bias dalam penilaian publik terhadap kasus tersebut,” tuturnya.
Tak hanya itu, konstruksi cerita yang berkembang di masyarakat dinilai masih menyisakan inkonsistensi. Beberapa informasi yang beredar dianggap belum sepenuhnya sinkron, sehingga membuka ruang interpretasi yang berbeda-beda. Kondisi ini berisiko memicu kebingungan publik jika tidak segera diluruskan melalui penjelasan resmi yang transparan.
Lebih jauh, Reza menyoroti pentingnya proses investigasi yang menyeluruh dan independen. Ia berharap aparat penegak hukum dapat menggali fakta secara objektif tanpa intervensi.
Penanganan yang profesional dan terbuka menjadi kunci utama agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan,” tegasnya.
Di tengah derasnya perhatian publik, masyarakat diimbau untuk tetap bersikap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Menunggu hasil penyelidikan resmi menjadi langkah penting agar tidak terjebak dalam asumsi yang belum tentu benar.
Dengan berbagai kejanggalan yang terungkap, publik kini menantikan kejelasan lebih lanjut dari aparat terkait.
(Red)

Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *