Tegal, newsoneindonesia.com – Pantai Larangan di Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mendadak menjadi perbincangan viral di media sosial. Fenomena alam yang tidak biasa menyelimuti pesisir pantai tersebut .
Sepanjang garis pantai tiba-tiba dipenuhi oleh material kayu dalam jumlah sangat besar, mulai dari kayu gelondongan hingga ranting-ranting pohon. Tidak hanya kayu, fenomena ini juga diiringi dengan terdamparnya berbagai jenis ikan air tawar di tepian pasir.

Pemandangan langka ini langsung menarik perhatian pengunjung yang beramai-ramai memunguti ikan-ikan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (25/1/2026), mayoritas pengunjung menduga kuat bahwa peristiwa ini merupakan dampak lanjutan dari bencana banjir bandang yang melanda kawasan wisata Guci dan sekitarnya pada Jumat, 23 Januari 2026 lalu.
“Saya kira kemungkinan hal ini ada kaitannya dengan peristiwa banjir bandang di Guci kemarin,” kata Warso, salah seorang pengunjung pantai.
Menurut penuturannya, derasnya arus banjir bandang diperkirakan telah membawa serta berbagai material dari kawasan pegunungan, mulai dari batang dan ranting kayu, pipa air panas dari fasilitas wisata, hingga ikan-ikan dari sungai dan kolam air tawar di hulu. Semua material itu kemudian terbawa arus sungai yang bermuara hingga ke Pantai Larangan.
Dugaan pengunjung ini terdengar logis secara geografis. Kawasan Guci yang terletak di lereng Gunung Slamet memang memiliki aliran sungai yang berhubungan dengan sistem drainase menuju pesisir utara Tegal, di mana Pantai Larangan berada. Kekuatan banjir bandang yang luar biasa diduga mampu mendorong material-material berat dari hulu untuk menempuh jarak puluhan kilometer hingga sampai ke muara dan terhempas ke pantai.
Fenomena ini menyajikan pemandangan yang kontras: pantai yang biasanya dihiasi debur ombak laut kini dipenuhi kayu-kayu daratan dan ikan air tawar. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bagaimana kekuatan alam yang ekstrem di suatu tempat dapat menimbulkan efek domino dan menciptakan kejadian tidak terduga di tempat lain.
Meski menarik perhatian dan mengundang decak kagum, fenomena ini juga mengingatkan akan dahsyatnya dampak banjir bandang yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Pihak berwenang setempat diharapkan dapat melakukan pembersihan pantai dari material kayu agar tidak mengganggu ekosistem dan estetika pantai, sembari terus mengevakuasi dan memulihkan kondisi kawasan Guci yang menjadi episentrum bencana.
( Aan / Red )










