newsoneindonesia.com ||Jayapura–Acara upgrading skill ini mengingatkan kita bahwa kepemimpinan sejati berawal dari kesediaan terus belajar, Senin 17/11/2025.
Dekan fakultas ekonomi dan Bisnis Dr. Mursalam salim S.E., M. sI, dalam pidatonya, di era disrupsi, seorang pengurus BEM harus adaptif terhadap perubahan dinamika kampus dan tren global, kreatif dalam mencari solusi atas tantangan yang ada, serta cakap dalam manajemen waktu, teamwork, dan komunikasi.
“Masa kepengurusan ini adalah laboratorium kepemimpinan kita; setiap masalah adalah kesempatan mengasah kemampuan,”kata Mursalam dalam sambutan pembukaan.

Aksi Nyata Kolaborasi adalah Kunci, kemajuan BEM FEB tidak akan pernah tercapai oleh satu individu atau satu departemen saja. Saya mengajak kita semua untuk menyingkirkan ego sektoral, bekerja sebagai satu kesatuan tim dengan semangat.
“Menjadi suara mahasiswa sekaligus pendengar yang baik bagi pimpinan fakultas,”ujar Ketua BEM terpilih.
Berikut isi sambutan nya
Yth. Bapak/Ibu Dekan/Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Yth. Bapak/Ibu Dosen Pembina Organisasi Kemahasiswaan, Serta rekan‑rekan Pengurus BEM FEB periode 2025/2026 yang saya banggakan.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat‑Nya, kita dapat berkumpul di momen bersejarah ini. Pada hari ini, 17 November 2025, bukan sekadar menandai transisi kepemimpinan, melainkan menjadi titik awal komitmen baru untuk membawa BEM FEB ke tingkat yang lebih tinggi.
Visi Bersama BEM sebagai Lokomotif Perubahan
Rekan‑rekan pengurus yang baru dilantik, kita adalah representasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Di tangan kita terletak tanggung jawab besar: menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara mahasiswa dan pihak fakultas, menciptakan program kerja yang relevan, inovatif, dan berdampak nyata pada peningkatan skill akademik maupun soft‑skill seluruh mahasiswa FEB, serta menjadi teladan integritas, profesionalisme, dan kolaborasi dalam berorganisasi.

Satu FEB untuk Indonesia, menjadikan perbedaan pendapat sebagai kekayaan, bukan perpecahan, dan menghidupkan budaya musyawarah untuk mufakat.
Jika kita bersatu, tidak ada tantangan yang tidak dapat kita selami,”ucapnya kepada seluruh hadirin.
Kepada rekan‑rekan pengurus, mari kita jadikan periode ini sebagai era keemasan BEM FEB. Mari kita ukir sejarah, ciptakan karya, dan tanamkan dampak positif yang akan dikenang bahkan setelah masa bakti kita berakhir.
“Selamat bekerja, terus belajar, dan mari kita wujudkan BEM FEB yang berdaya saing, inovatif, dan kontributif,” ungkapnya dengan penuh harap.
Jufri/Red










