Jayapura, newsoneindonesia.com 09 Desember 2025 – Aktivis dan tokoh pemuda Papua, Temin Wenda, melakukan kunjungan lapangan ke empat kampung di kawasan Telaga Mamberamo, Distrik Muara Tami, Koya Timur, Jayapura. Kunjungan ini membuka fakta memprihatinkan terkait minimnya infrastruktur dasar yang sejak lama dikeluhkan oleh warga setempat.
Dalam agenda tersebut, Bung Wenda menyempatkan diri berdialog dan berfoto bersama Ibu Nony Yikwa, Ketua RT setempat. Dalam sesi diskusi, Ibu Nony menyampaikan sederet persoalan mendasar yang hingga kini belum mendapatkan perhatian memadai dari pemerintah.
“Selama ini pemerintah kota maupun provinsi belum pernah turun langsung untuk memberikan kami akses jalan, listrik, air bersih, dan rumah layak huni,” ungkap Ibu Nony Yikwa mewakili warga.
Persoalan pendidikan juga menjadi sorotan serius. Menurutnya, anak-anak harus berjalan lebih dari satu kilometer untuk menuju sekolah. Jarak tersebut menjadi semakin berat saat musim hujan tiba karena kondisi akses yang buruk. “Kami memohon, kalau boleh pemerintah tolong perhatikan kami untuk memajukan akses dan kebutuhan lainnya,” tambahnya.
Melihat langsung kondisi lapangan, Temin Wenda menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menilai bahwa warga Koya Timur tengah menghadapi krisis infrastruktur yang menghambat kesejahteraan dan masa depan masyarakat.
“Hal-hal seperti ini tidak boleh dibiarkan. Pemerintah harus segera memberikan perhatian serius, karena ini menyangkut kesejahteraan dasar masyarakat,” tegas Bung Wenda.
Ia juga menekankan bahwa pemuda Papua akan terus mengawal dan menyuarakan persoalan tersebut, serta mendorong pemerintah agar pada Tahun Anggaran 2026 dapat memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat Koya Timur.
Selain mendesak pemerintah, Temin Wenda turut meminta peran aktif ketua RT dan tokoh masyarakat untuk terus menyampaikan aspirasi warga. Ia berharap suara kolektif masyarakat dapat mempercepat hadirnya akses jalan, listrik, air bersih, perumahan layak, hingga akses pendidikan yang lebih manusiawi.
Temin Wenda dikenal sebagai aktivis muda yang fokus pada isu sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan di Papua. Ia kerap terjun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat dan menyuarakan kebutuhan mereka kepada pemerintah.










