Newsoneindonesia.com|Kabupaten Yalimo – Perubahan fisik Kantor Bupati Yalimo yang kini tampil lebih bersih dan indah menuai sorotan tajam dari masyarakat. Ironisnya, keindahan gedung perkantoran tersebut dinilai berbanding terbalik dengan kedekatan emosional antara pemimpin daerah dengan rakyatnya, Kamis (22/01/2026).
Gedung Kinclong, Hati Nurani Dipertanyakan
Masyarakat menyoroti bahwa dulu Kantor Bupati Yalimo sempat dikenal kurang terawat atau “kotor”. Kini, meskipun kantor sudah disulap menjadi bersih dan megah, muncul kekecewaan mendalam mengenai aksesibilitas sang pemimpin.
“Dulu kantor mungkin kotor, sekarang bersih sekali, indah sekali. Tapi apa gunanya gedung mewah kalau pemimpinnya justru ‘lari’ dari rakyat?” ungkap sebuah suara kegelisahan yang mewakili masyarakat Yalimo.
Kritik Tajam: Rakyat Berjuang, Pemimpin Menghilang.
Sentimen publik di Yalimo saat ini tengah memanas. Banyak pihak mengingatkan kembali perjuangan berdarah-darah masyarakat untuk memenangkan kepemimpinan saat ini. Namun, setelah kemenangan diraih, ada kesan bahwa rakyat ditinggalkan.
Panggilan Hati Nurani: Pemimpin diingatkan untuk melihat kembali pengorbanan rakyat yang telah berjuang habis-habisan hingga memberikan kemenangan.
Kesenjangan Komunikasi: Kehadiran fisik seorang pemimpin di tengah rakyat dianggap lebih penting daripada sekadar renovasi gedung
.Kekecewaan Publik: Muncul pertanyaan besar mengenai ke mana perginya keberpihakan pemimpin saat rakyat membutuhkan kehadiran nyata di daerah, bukan sekadar melihat kantor yang indah dari kejauhan.
Gedung kantor yang bersih memang memberikan citra positif secara administratif, namun pembangunan sejati adalah pembangunan manusia dan kepercayaan.
Masyarakat Yalimo menuntut agar Bupati tidak hanya fokus pada estetika fisik kantor, tetapi juga hadir secara fisik dan batin untuk mengurus persoalan rakyat yang masih banyak tertinggal.
Bagaimana hari nuranimu kepada rakyat? Rakyat berjuang sampai kasih menang, kok setelah jadi, pemimpin malah lari dari rakyat? Itu rasanya sangat menyakitkan,” tegas suara aspirasi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap ada perubahan sikap dari pimpinan daerah untuk lebih sering berada di tempat dan menemui rakyatnya di Elelim, ketimbang menghabiskan waktu di luar daerah.
Read/Temin










