Beranda / Berita / Waspada Penculikan Anak, Orang Tua dan Sekolah Diminta Waspada dan Tingkatkan Pengamanan

Waspada Penculikan Anak, Orang Tua dan Sekolah Diminta Waspada dan Tingkatkan Pengamanan

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com| Tangerang–Dalam beberapa waktu terakhir, laporan mengenai upaya penculikan anak kembali muncul dengan pola yang semakin nekat. Pelaku dilaporkan berani mendekati anak-anak, bahkan di sekitar area sekolah, dengan berpura-pura sebagai kerabat atau orang yang “diutus oleh orang tua” untuk menjemput.

Modus ini membuat anak mudah lengah, terutama saat jam pulang sekolah atau ketika beraktivitas di luar rumah tanpa pendamping. Karena itu, orang tua, sekolah, dan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta memperketat sistem pengawasan.

Pola Modus yang Perlu Diwaspadai

Menurut himbauan edukasi dari praktisi parenting dan psikolog anak, beberapa pola yang kerap digunakan pelaku antara lain:

•Mengaku sebagai utusan orang tua untuk menjemput anak.

•Mendekati anak saat pulang sekolah, terutama di titik yang sepi.

•Memanfaatkan momen keramaian atau kelengahan orang tua.

•Menawarkan tumpangan atau bantuan dengan alasan yang meyakinkan.

Karena pola semakin berani dan acak, penting bagi orang tua untuk memberikan edukasi dasar perlindungan diri kepada anak.

Panduan Perlindungan untuk Anak (Aturan “3 Tolak”)

Psikolog anak merekomendasikan agar orang tua mengajarkan respon dasar kepada anak untuk menghadapi situasi berbahaya:

1. “Aku tidak kenal kamu!”

2. “Aku tidak boleh ikut!”

3. “Tolong!” (teriakkan keras sambil berlari menuju tempat ramai)

Selain itu, anak harus dibiasakan menolak ajakan siapa pun tanpa ragu, sekalipun orang tersebut mengaku kenalan keluarga.

Langkah Pengamanan untuk Sekolah

Pihak sekolah diharapkan meningkatkan sistem pengawasan, terutama pada jam pulang, dengan langkah-langkah berikut:

•Menetapkan jadwal piket guru di area gerbang.

•Memastikan area luar gerbang tidak kosong dan selalu terawasi.

•Mendorong pemasangan CCTV di luar gerbang dan area parkir.

•Membentuk kelompok pengawas orang tua di titik jemput.

Waktu pulang sekolah adalah salah satu momen paling rentan, sehingga koordinasi antara pihak sekolah dan orang tua sangat diperlukan.

Himbauan untuk Orang Tua

Agar risiko dapat diminimalkan, orang tua diminta untuk:

•Menjemput anak tepat waktu atau memastikan anak pulang berkelompok.

•Menghindari rute pulang yang sepi.

•Melatih anak melalui roleplay skenario “orang asing menawarkan tumpangan”.

•Selalu mengawasi anak saat berada di tempat umum, baik ramai maupun sepi.

•Tidak membiarkan anak berdiri sendiri di area tunggu tanpa pendamping.

 Kolaborasi adalah Kunci

Sinergi antara sekolah, masyarakat, dan orang tua menjadi benteng utama agar anak-anak tidak menjadi target pihak yang tidak bertanggung jawab. Peningkatan kewaspadaan secara kolektif diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus penculikan dan menjaga keamanan anak di lingkungan sekolah maupun di luar rumah.

(Red)


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *