Lewati ke konten

Newsoneindonesia.com| Jayapura–Wujudkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Manguni Indonesia (LMI) Provinsi Papua menggelar perayaan Natal penuh khidmat dan kehangatan bersama anak-anak Panti Asuhan Pelangi di Abepura, Kota Jayapura, pada Sabtu (20/12/2024).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ibadah syukur, tetapi juga menjadi aksi nyata kepedulian sosial melalui pembagian sembako dan makan bersama.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus LMI tingkat provinsi, kabupaten, dan kota beserta keluarga besar mereka.
Pesan Natal: Menjadi Berkat bagi Sesama
Ibadah Natal dipimpin oleh Pendeta M.P.A. Maury dengan merujuk pada tema nasional: “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24).
Dalam khotbahnya, ditekankan pentingnya kehadiran yang membawa keselamatan dan kedamaian bagi orang-orang di sekitar.
Ketua DPW LMI Papua, Robby Toar, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen organisasi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat Papua secara luas.
“Kami dari organisasi Manguni ingin memiliki dampak baik, khususnya di akhir tahun dan dalam perayaan Natal. Sesuai dengan konsep kami, organisasi ini ingin menjadi berkat bagi orang lain.
Karena itu kami melaksanakan ibadah Natal bersama sekaligus berbagi berkat dengan anak-anak panti asuhan,” ujar Robby.
Aksi Sosial dari Hasil Gotong Royong
Bantuan yang diserahkan berupa paket sembako dan bingkisan Natal merupakan hasil sumbangan sukarela dari para pengurus LMI.
Selain iuran internal, LMI Papua sebelumnya telah menunjukkan kemandirian dengan menggelar dua kali bazar amal untuk menggalang dana demi menyukseskan kegiatan sosial ini.
Cermin Toleransi yang Kuat
Hal yang menarik dalam perayaan kali ini adalah keterlibatan lintas agama yang sangat kental.
Robby Toar mengungkapkan bahwa struktur kepanitiaan acara Natal ini justru mencerminkan keragaman di Tanah Papua.
“Ini menjadi bukti bahwa di Papua, nilai persaudaraan dijunjung tinggi. Bahkan dalam perayaan Natal, LMI Papua melibatkan ketua panitia dari kalangan Muslim. Inilah wajah Papua yang sesungguhnya damai, inklusif, dan saling menghormati,” tegas Robby.
Melalui momentum ini, LMI Papua berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga, menjadikan perbedaan keyakinan sebagai perekat solidaritas demi kemajuan dan kedamaian di Bumi Cenderawasih.
(Ivan/Red)
Related Posts
Februari 21, 2026
Februari 21, 2026
Februari 20, 2026