Newsoneindomesia.com
JAYAWIJAYA, PAPUA PEGUNUNGAN — Tiga orang petugas yang tergabung dalam rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) saat melaksanakan tugas distribusi bantuan pangan (Bapang) kepada masyarakat di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.47 WIT ketika rombongan petugas sedang menjalankan tugas pelayanan dan pendistribusian bantuan pangan menuju Distrik Muliama.
Rombongan tersebut diketahui berjumlah delapan orang. Dalam insiden tersebut, tiga orang menjadi korban penembakan, sedangkan lima orang lainnya berhasil menyelamatkan diri dan mengamankan diri di Puskesmas Muliama.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, tiga korban tersebut adalah:
drh. Alvone Mehan
Ida Rapi, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya
Wili Mbuik
Ketiga korban merupakan bagian dari petugas yang tengah melaksanakan tugas pemerintah dalam mendistribusikan bantuan pangan kepada masyarakat di wilayah Distrik Muliama.
Peristiwa penembakan tersebut kemudian mendapat penanganan dari aparat keamanan. Para korban dilaporkan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis, sementara lima anggota rombongan yang selamat diamankan guna memastikan keselamatan mereka sekaligus memberikan keterangan terkait kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih melakukan pendalaman terhadap kronologi kejadian, identitas pelaku, serta motif penembakan. Pihak berwenang juga masih melakukan pengumpulan informasi dan pemeriksaan terhadap para saksi.
Sebelumnya, sejumlah media melaporkan adanya perbedaan informasi mengenai kondisi ketiga korban. Karena itu, kondisi masing-masing korban dan perkembangan penanganan medis perlu menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang dan fasilitas kesehatan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat para korban sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat melalui program distribusi bantuan pangan di wilayah Distrik Muliama.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang kepada aparat keamanan untuk melakukan penyelidikan dan penanganan terhadap kasus tersebut.
Perkembangan lebih lanjut mengenai kondisi para korban dan hasil penyelidikan akan disampaikan berdasarkan keterangan resmi dari pihak berwenang.
Tim/Red










