Beranda / Berita / Camat Kelapa Dua Apresiasi Nesya, Siswi SMPN 2 yang Tampil di Jambore Nasional XII

Camat Kelapa Dua Apresiasi Nesya, Siswi SMPN 2 yang Tampil di Jambore Nasional XII

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com, Tangerang – Prestasi pelajar kembali mengharumkan nama Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Nesya, siswi SMPN 2 Kelapa Dua, berhasil menembus Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 dan dipercaya menjadi petugas dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 serta HUT Kemerdekaan RI.

Pada 14 Agustus, Nesya dipercaya menjadi salah satu Master of Ceremony (MC) dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka. Tidak berhenti di sana, pada 17 Agustus ia kembali mendapat kepercayaan menjadi bagian dari petugas pengibaran bendera.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Camat Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Dadang Sudrajat, S.Sos., MM., M.Si. Menurut Dadang, keberhasilan Nesya menjadi bukti bahwa pelajar dari tingkat gugus depan memiliki peluang untuk bersaing hingga tingkat nasional apabila mendapat pembinaan dan kesempatan yang tepat.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Prestasi seperti ini menunjukkan bahwa anak-anak di Kelapa Dua mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Dadang.

Perjalanan Nesya menuju panggung nasional tidak berlangsung instan. Ia terlebih dahulu mengikuti proses seleksi di tingkat Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten sebelum akhirnya mendapat kesempatan mengikuti pembinaan di tingkat nasional.

Di tingkat nasional, peserta kembali menjalani proses seleksi dan pembinaan. Penempatan tugas pun dapat berubah sesuai kemampuan dan bakat yang dinilai oleh para pelatih.

Nesya yang semula mendapat tugas sebagai MC kemudian dipercaya menjadi bagian dari petugas pengibaran bendera setelah mengikuti rangkaian latihan, termasuk latihan baris-berbaris.

“Pertama kali diterima saya merasa bangga sekaligus kaget. Ini kesempatan yang tidak datang berkali-kali dan menjadi pengalaman yang sangat berarti,” kata Nesya.

Bagi Nesya, pengalaman tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia menyebut proses yang dijalaninya mengajarkan keberanian, disiplin, tanggung jawab dan kemampuan untuk bekerja dalam tim.

Ketika ditanya nilai Dasa Dharma yang paling ia pegang, Nesya menyebut Dasa Dharma pertama, “Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.”

Nilai tersebut, menurutnya, menjadi landasan untuk menjalankan nilai-nilai Pramuka lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

Dukungan Sekolah dan Pembinaan Pramuka

Kepala SMPN 2 Kelapa Dua selaku Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) mengatakan pihak sekolah memberikan dukungan terhadap kegiatan Pramuka sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.

Pramuka dinilai tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga melatih kepemimpinan, kedisiplinan, kepedulian sosial dan tanggung jawab.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Nesya hingga mampu mengikuti kegiatan di tingkat nasional.

Di sisi lain, pembinaan Pramuka di Kecamatan Kelapa Dua menunjukkan perkembangan positif. Jumlah Pramuka Garuda tahun ini tercatat 117 orang, meningkat dari 103 orang pada tahun sebelumnya.

Peningkatan itu menunjukkan semakin besarnya perhatian gugus depan dan satuan pendidikan terhadap proses pembinaan Pramuka Garuda.

Bagi Dadang, capaian tersebut perlu menjadi motivasi bagi sekolah dan generasi Pramuka lainnya agar tidak ragu mengejar prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Menurutnya, keberhasilan seorang pelajar tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter, keterampilan, kedisiplinan dan kemampuan berkontribusi bagi lingkungan.

Dari Kelapa Dua untuk Indonesia

Di luar Pramuka, Nesya juga memiliki bakat di bidang seni tari. Ia kini bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan tetap memegang cita-cita menjadi polisi wanita (Polwan).

Kepada teman-teman Pramuka, Nesya berpesan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi persaingan.

“Jangan patah semangat. Yang paling penting adalah usaha. Kalau gagal, pasti ada kesempatan lain. Kalau belum berhasil di satu bidang, mungkin kesempatan itu ada di bidang yang lain,” tuturnya.

Perjalanan Nesya dari gugus depan hingga panggung nasional menjadi gambaran bahwa prestasi besar dapat tumbuh dari lingkungan pendidikan yang sederhana, selama ada pembinaan, kesempatan dan keberanian untuk mencoba.

Bagi Kelapa Dua, capaian tersebut bukan hanya tentang seorang siswi yang tampil di panggung nasional. Lebih dari itu, Nesya menjadi contoh bahwa anak daerah memiliki kemampuan untuk berdiri sejajar dan bersaing di tingkat nasional.

Dari Kelapa Dua untuk Indonesia—Pramuka tidak sekadar mengajarkan keterampilan, tetapi menanamkan karakter, keberanian dan tanggung jawab untuk menatap masa depan.


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *