Newsoneindonesia.com| Halmahera Barat–Arogansi dan ketidakpedulian Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) mencapai puncaknya. Di saat puluhan pahlawan daerah, anggota Satuan Tugas (Satgas), menjerit kelaparan di karena gaji mereka ditahan sepihak sejak 2024 hingga detik ini 2025, rezim Pemda Halbar justru asyik menggulirkan proyek misterius senilai ratusan juta rupiah.
Para Satgas, yang selama ini menjadi tulang punggung di Kecamatan Jailolo dan Sahu, terpaksa meluapkan amarah mereka dengan mendatangi kantor BPKD pada hari senin (1/12). Mereka menuntut keadilan yang sudah setahun lebih diabaikan.
“Ini bukan soal lupa bayar, ini soal perampasan hak, Kami sudah kerja keringat, tapi mereka (Pemda) malah santai-santai menahan uang kami. Mereka pikir kami ini budak?” Ungkap salah satu perwakilan Satgas kepada media yang identitasnya dirahasiakan karena takut adanya intimidasi dari oknum dinas.
Skandal Proyek Janggal yang Bikin Mual.
Di tengah drama kemanusiaan ini, tim media membongkar fakta yang membuat publik Halbar geram. Dari data Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang diakses, ditemukan sebuah skandal proyek di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim LH). Proyek “Penyediaan Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan di TPA/TPST/SPA” ini menelan APBD sebesar Rp 550.000.000. ( Lima Ratus Lima Puluh Juta Rupiah )
Yang lebih parah lagi, proyek dengan nomor RUP.58834398 ini baru diumumkan dan dijadwalkan berjalan dari Maret hingga Desember 2025. Artinya, saat ini di bulan Juni 2025, proyek ini berjalan beriringan dengan tunggakan gaji yang belum dibayar.
Ini adalah tamparan keras bagi rakyat halbar. Pemerintah daerah terlihat jelas salah skala prioritas. Mereka lebih mementingkan proyek fisik yang penuh tanda tanya ketimbang kesejahteraan petugas di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Disperkim LH Halbar, Adrisal Hena, memilih tutup mulut, dan tidak memberikan klarifikasi. Sudah saatnya masyarakat Halbar bangkit dan menuntut transparansi total. Jangan biarkan uang rakyat terus dipermainkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab di Pemda Halbar.
(Red)










