Newsoneindonesia.com
Jayapura – Tokoh masyarakat, Temin Wenda, menyoroti masih adanya kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait konsep efisiensi anggaran, pada Rabu 08/04/26.
Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak sama dengan sekadar penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dalam keterangannya, Temin Wenda menjelaskan bahwa efisiensi anggaran merupakan upaya penggunaan anggaran secara hemat, tepat sasaran, dan optimal untuk mencapai hasil yang maksimal.
“Artinya, dengan dana yang ada, hasil yang diperoleh bisa lebih baik atau minimal tetap sama tanpa adanya pemborosan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa efisiensi tidak harus diartikan sebagai penurunan total APBD.
Menurutnya, pemerintah tetap dapat melakukan efisiensi tanpa mengurangi jumlah keseluruhan anggaran.
“Efisiensi bisa dilakukan dengan mengurangi belanja yang tidak penting, seperti perjalanan dinas yang berlebihan, menghindari pemborosan atau praktik mark-up, serta mengutamakan program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam kondisi tertentu, efisiensi memang dapat berdampak pada pengurangan anggaran di beberapa pos.
Namun, hal tersebut hanya berlaku pada bagian tertentu, bukan keseluruhan APBD.
“Tujuannya adalah untuk mengalihkan anggaran ke program yang lebih prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Sebagai penutup, Temin Wenda menegaskan bahwa efisiensi anggaran harus dipahami sebagai upaya menghemat dan mengoptimalkan penggunaan dana, bukan sekadar memangkas jumlah anggaran.
“Efisiensi anggaran adalah soal bagaimana menggunakan anggaran dengan bijak dan tidak boros, bukan semata-mata menurunkan APBD,” pungkasnya.
Ivan/Red










