Newsoneindonesia.com| TANGERANG — Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan lapangan yang semakin kompleks, peran wartawan dituntut tidak hanya cepat, tapi juga akurat dan bertanggung jawab. Hal itu kembali ditegaskan oleh Dewan Pembina Ikatan Wartawan Online Indonesia IWOI Kabupaten Tangerang, Ramliana Bangsa, S.H., yang akrab disapa Shetra, Minggu (23/8/2026).
Dalam pernyataannya, Shetra menggarisbawahi tiga pilar utama yang harus dipegang setiap insan pers saat menjalankan tugas jurnalistik: solidaritas antar sesama wartawan, profesionalitas dalam bekerja, dan keselamatan sebagai prioritas.
Menurut Shetra, kekompakan di tubuh insan pers sering kali hanya berhenti di slogan. Padahal di lapangan, wartawan sangat membutuhkan dukungan satu sama lain.
“Solidaritas itu harus nyata. Kita harus saling mengingatkan kalau ada yang mulai abai terhadap kode etik. Kita harus saling menjaga saat ada tekanan, dan menunjukkan kepedulian ketika rekan kita menghadapi kesulitan,” tegasnya.
Ia menilai, organisasi kewartawanan seperti IWOI hadir bukan hanya sebagai wadah administrasi, tapi sebagai rumah untuk membangun rasa kebersamaan dan perlindungan bagi anggotanya.
Shetra mengingatkan bahwa wartawan memegang peran strategis sebagai penyampai informasi faktual kepada masyarakat. Kepercayaan publik terhadap pers hanya bisa dijaga jika wartawan bekerja sesuai kaidah jurnalistik.
“Keberanian meliput itu penting. Tapi keberanian tanpa etika, tanpa verifikasi, dan tanpa tanggung jawab justru bisa melukai profesi kita sendiri,” jelasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya memahami payung hukum. Kebebasan pers dan kebebasan berpendapat di Indonesia dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, kata dia, kerja-kerja jurnalistik tidak boleh diintervensi oleh pihak mana pun yang tidak memiliki kewenangan.
Namun ia menambahkan satu catatan penting. Bagi media yang bernaung di bawah organisasi, tetap wajib menghormati dan tunduk pada aturan internal organisasi tersebut. “Kebebasan tidak berarti bebas tanpa batas,” ujarnya.
Poin terakhir yang paling ditekankan Shetra adalah soal keselamatan. Khususnya bagi anggota IWOI Kab. Tangerang yang kerap meliput peristiwa rawan seperti aksi massa, bencana, kriminalitas, hingga konflik sosial.
“Berani itu wajib, tapi ceroboh itu pilihan yang salah. Nyawa dan keselamatan keluarga di rumah juga harus kita pikirkan. Lengkapi diri dengan pengetahuan, alat pelindung, dan selalu koordinasi dengan tim sebelum terjun ke lapangan,” pesannya.
Ia menutup dengan harapan agar seluruh anggota IWOI Kab. Tangerang bisa terus menjaga marwah profesi. Dengan menjunjung solidaritas, bekerja secara profesional, dan selalu mengutamakan keselamatan, maka pers akan tetap menjadi pilar keempat demokrasi yang kuat dan dipercaya masyarakat.
“Jadilah wartawan yang tidak hanya berani menulis kebenaran, tapi juga berani menjaga diri dan rekan sendiri,” pungkas Shetra.