Beranda / Uncategorized / Gedung MTS 4 Muhammadiyah Sambungmacan Sragen Ambruk Saat KBM, 8 Orang Luka-luka Dievakuasi

Gedung MTS 4 Muhammadiyah Sambungmacan Sragen Ambruk Saat KBM, 8 Orang Luka-luka Dievakuasi

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com Sragen – Suasana pagi yang semestinya berjalan normal di dunia pendidikan Kabupaten Sragen berubah menjadi kepanikan dan duka setelah sebuah bangunan di lingkungan MTS 4 Muhammadiyah Sambungmacan tiba-tiba ambruk pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 07.15 WIB.

Peristiwa memilukan ini terjadi tepat saat kegiatan belajar mengajar (KBM) baru saja dimulai. Sejumlah siswa dan seorang guru yang berada di dalam ruang kelas tidak sempat menyelamatkan diri ketika bangunan mendadak runtuh dan menimbun sebagian aktivitas di dalam ruangan.

Berdasarkan keterangan sementara dari warga sekitar, sebelum bangunan ambruk sempat terdengar suara retakan dari bagian struktur gedung.

Namun dalam hitungan detik, bangunan tersebut langsung roboh dan menimbulkan kepanikan luar biasa di lingkungan sekolah.

Siswa yang sedang mengikuti pelajaran berhamburan keluar, sementara sebagian lainnya tertimpa material bangunan.

Guru dan warga sekitar segera berupaya melakukan evakuasi darurat sebelum petugas tiba di lokasi.

Setelah menerima laporan, petugas gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, kepolisian, relawan, serta masyarakat setempat langsung menuju lokasi kejadian.

Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena kondisi reruntuhan cukup rapuh dan berpotensi membahayakan.

Material bangunan berupa beton, kayu, dan atap yang berserakan membuat proses pencarian korban berlangsung cukup sulit.

Meski demikian, petugas terus berupaya memastikan tidak ada korban yang tertinggal di bawah puing-puing.

Hingga beberapa jam setelah kejadian, proses pembersihan dan evakuasi masih terus dilakukan secara intensif di lokasi.

8 Korban Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan

Dari hasil pendataan sementara, terdapat 8 korban dalam insiden ini, terdiri dari 7 siswa dan 1 guru.

Seluruh korban dalam kondisi sadar, namun mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda-beda.

Korban Siswa:

• Bima Davila Fahrudin (14 tahun) – warga Randualas Sambungmacan, mengalami hematoma kepala, nyeri kaki kanan, dan lemas

• Mikel Fahmi El Aliim (12 tahun) – warga Kedunggandu Gondang, lecet di kepala dan tangan serta nyeri pada kedua kaki

• Hafsah Aflaha (13 tahun) – warga Kebonromo Ngrampal, hematoma dahi dan lecet kaki kiri

• Wahyu Ajis Saputra (13 tahun) – warga Maron Sambungmacan, hematoma kepala belakang dan lecet tangan

• Bagus Budiarto (14 tahun) – warga Lemahabang Sambungmacan, mengalami pusing, hematoma dahi, serta patah tulang terbuka pada kaki kanan

• Natalia Nabila (13 tahun) – warga Gading Rejo Sambungmacan, mengalami sesak napas dan kondisi gelisah

• Khaila Jesica Putri (14 tahun) – warga Brengkot Sambungmacan, hematoma kepala, lecet bibir, serta nyeri kaki

Korban Guru:

• Eka Nurul Ismiyati (35 tahun) – warga Bluwak Banaran Sambungmacan, mengalami syok dan kondisi lemas

Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis awal di fasilitas kesehatan terdekat.

Korban dengan kondisi luka lebih serius, terutama yang mengalami patah tulang terbuka, segera dirujuk ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk mendapatkan penanganan lanjutan dan observasi intensif dari tim medis.

Pihak rumah sakit disebut telah menyiapkan penanganan darurat untuk memastikan kondisi korban tetap stabil.

Hingga saat ini, penyebab pasti ambruknya bangunan masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian bersama instansi terkait serta BPBD Kabupaten Sragen.

Namun, dari dugaan awal yang berkembang di lapangan, faktor usia bangunan serta kondisi struktur yang diduga sudah mengalami pelapukan menjadi salah satu kemungkinan penyebab utama runtuhnya gedung tersebut.

Pemeriksaan teknis lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab sebenarnya.

Pihak Sekolah dan Muhammadiyah Sampaikan Keprihatinan

Sekretaris Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sragen, Wawan Suranto,

membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menimpa lingkungan pendidikan tersebut.

Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan seluruh warga sekolah serta penanganan korban.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Saat ini seluruh upaya difokuskan pada evakuasi dan penanganan korban. Harapan kami tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujarnya.

Pasca kejadian, aktivitas belajar mengajar di lokasi tersebut sementara dihentikan hingga proses evakuasi, investigasi, serta penilaian kelayakan bangunan selesai dilakukan oleh pihak berwenang.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah lain guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan pentingnya pengawasan dan perawatan infrastruktur pendidikan, demi keselamatan para peserta didik dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah.

Aan


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *