Newsoneindonesia.com
Setani 4 September 2026 — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Gerakan Doa dan Puasa Massal Se-Tanah Papua Tahun 2026 sebagai kekuatan bersama untuk menjaga persatuan, perdamaian, serta mendorong pemulihan dan pembangunan Tanah Papua.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Matius D. Fakhiri saat menutup secara resmi Gerakan Doa dan Puasa Massal Se-Tanah Papua Tahun 2026 di Rumah Doa Segala Bangsa Sentani, Kompleks Wisma Papua Alom, Jalan Gembiri Nomor 1, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur yang akrab disapa MDF itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam gerakan tersebut, mulai dari forum umat Kristen, gereja-gereja, komunitas doa, pemerintah daerah hingga seluruh masyarakat yang turut berpartisipasi.
Menurut MDF, semangat “Satu Hari, Satu Hati, Satu Doa bagi Papua” tidak boleh berhenti sebagai sebuah slogan ataupun kegiatan seremonial semata. Semangat tersebut harus menjadi kekuatan moral dan spiritual untuk bersama-sama membangun Tanah Papua.
“Doa dan puasa bukan hanya tentang kegiatan rohani, tetapi juga tentang kesediaan kita datang kepada Tuhan dengan satu hati, satu tujuan dan kerendahan hati,” ujar MDF.
Ia mengatakan Papua memiliki potensi yang sangat besar, namun masih terdapat berbagai persoalan yang menjadi pekerjaan rumah bersama. Persoalan tersebut antara lain kesenjangan pembangunan antarwilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan masyarakat hingga persoalan keamanan yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh pihak.
Karena itu, MDF menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Seluruh elemen masyarakat harus mengambil bagian sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing.
Pemerintah, kata MDF, membutuhkan gereja dan tokoh agama sebagai kekuatan moral dalam membangun kehidupan masyarakat. Tokoh adat memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat Papua. Sementara dunia usaha diharapkan menjadi penggerak ekonomi, akademisi menjadi sumber pengetahuan, dan pemuda menjadi energi perubahan.
Perempuan juga disebut memiliki peran strategis sebagai kekuatan dalam keluarga sekaligus dalam kehidupan sosial masyarakat.
MDF menegaskan bahwa kehidupan doa harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Doa harus melahirkan tindakan nyata. Doa harus melahirkan pengampunan, kepedulian, pelayanan, kejujuran dan keberanian untuk berbuat baik,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat membawa nilai-nilai yang diperoleh melalui gerakan doa dan puasa ke dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tidak hanya diterapkan di tempat ibadah, tetapi juga dalam membangun hubungan sosial, menjaga lingkungan, memperkuat kepedulian serta bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Sejalan dengan Visi Papua CERAH
MDF menjelaskan, semangat tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua, yakni “Terwujudnya Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera dan Harmoni” atau Papua CERAH.
Menurutnya, Papua Cerdas tidak hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi juga tentang bagaimana melahirkan masyarakat yang memiliki karakter, iman, pengetahuan serta kemampuan untuk menentukan masa depannya sendiri.
Papua Sejahtera, lanjutnya, berarti pembangunan harus benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan berbagai keterbatasan.
Sedangkan Papua Harmoni merupakan cita-cita untuk membangun kehidupan yang damai, saling menghormati, menghargai perbedaan dan terus menjaga persaudaraan di Tanah Papua.
Gubernur menegaskan bahwa masa depan Papua tidak hanya ditentukan oleh besarnya kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, tetapi lebih penting lagi oleh kemampuan masyarakatnya untuk saling menghormati, membangun persaudaraan dan berjalan bersama.
“Kita boleh berbeda denominasi, latar belakang, suku maupun wilayah, tetapi kita memiliki rumah yang sama, yaitu Tanah Papua,” katanya.
MDF berharap Gerakan Doa dan Puasa Massal Se-Tanah Papua tidak berhenti setelah acara penutupan. Sebaliknya, gerakan tersebut harus terus hidup melalui karya, pelayanan dan tindakan nyata seluruh elemen masyarakat.
Dengan memohon tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri kemudian secara resmi menutup Gerakan Doa dan Puasa Massal Se-Tanah Papua Tahun 2026.
Gerakan Doa Akan Terus Dilanjutkan
Sementara itu, Ketua II Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua, Pdt. Lipiyus Biniluk, M.Th., menegaskan bahwa gerakan doa dan puasa tersebut tidak berakhir setelah kegiatan resmi ditutup.
Menurutnya, gerakan tersebut akan terus dilanjutkan sebagai bentuk komitmen bersama untuk menopang pemerintah dan seluruh masyarakat Papua melalui doa.
Lipiyus mengatakan doa merupakan salah satu kekuatan spiritual untuk menjaga Tanah Papua tetap berada dalam suasana aman, damai dan penuh persaudaraan.
“Gerakan ini akan terus dilakukan untuk menopang pemerintah dan seluruh masyarakat Papua dalam doa, sekaligus menjaga keamanan, kedamaian dan persatuan di Tanah Papua,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendeklarasikan tiga komitmen bersama sebagai tindak lanjut gerakan doa dan puasa.
Pertama, mengajarkan dan melaksanakan doa serta puasa di gereja-gereja sebagai bagian dari kehidupan iman jemaat.
Kedua, membangun bukit doa dan rumah doa sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan spiritual masyarakat di Tanah Papua.
Ketiga, memperkuat gerakan doa bersama secara oikumenis dengan melibatkan seluruh hamba Tuhan di Tanah Papua.
Tiga komitmen tersebut diharapkan menjadi langkah nyata untuk menjaga kesinambungan Gerakan Doa dan Puasa Se-Tanah Papua sekaligus memperkuat persaudaraan lintas denominasi, suku, wilayah dan latar belakang.
Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum rohani, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang menghadirkan kepedulian, pelayanan, perdamaian dan tindakan nyata bagi masyarakat serta masa depan Tanah Papua.
Doa dipanjatkan bersama, persaudaraan diperkuat, dan tindakan nyata menjadi wujud iman untuk Papua yang damai, sejahtera dan harmonis.
Ivan/Red









