Newsoneindonesia.com | Tangerang – Komitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat terus ditunjukkan oleh anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Zulfikar, S.H., atau yang akrab disapa Bang Zul. Dalam rangkaian agenda Reses Masa Sidang Tahun 2025-2026 yang digelar di kawasan Jalan Lamda Raya, Kota Tangerang, Rabu (6/5/2026), Bang Zul secara langsung menyerap berbagai keluhan krusial yang dihadapi warga, mulai dari stagnasi ekonomi UMKM hingga persoalan sanitasi lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme ini dihadiri oleh sedikitnya 300 peserta yang merepresentasikan berbagai elemen masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Banten 3. Suasana dialog semakin berbobot dengan kehadiran sejumlah tokoh kunci Partai Demokrat, di antaranya Zulkarnain, S.H., dan Dedi Fitriadi, serta puluhan kader dan anggota organisasi kemasyarakatan yang turut mengawal jalannya diskusi.
Isu ekonomi menjadi topik utama yang mendominasi forum. Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengeluhkan sistem pengelolaan koperasi yang justru dirasa menjadi beban tambahan alih-alih menjadi solusi permodalan. Praktik pungutan simpanan wajib setiap bulan menjadi poin keberatan warga yang paling menonjol.
Menanggapi hal tersebut, Bang Zul yang duduk di Komisi VI DPR RI memberikan pernyataan tegas. Ia menyoroti perlunya evaluasi total terhadap sistem iuran yang membebani anggota.

Lebih lanjut, ia memaparkan sebuah skema ideal terkait alokasi anggaran pemberdayaan. Dari total usulan bantuan sebesar Rp3 miliar, Bang Zul mengusulkan agar Rp2,5 miliar di antaranya dialokasikan langsung sebagai penguatan modal usaha atau saham koperasi. Sisanya, sekitar Rp500 juta, baru diperuntukkan bagi pembangunan fisik atau infrastruktur pendukung.
“Dengan modal yang kuat dan dikelola secara tepat, koperasi tidak perlu lagi bergantung pada iuran rutin anggotanya. Fokus utama kita adalah memperkuat saham koperasi sehingga manfaatnya benar-benar kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Selain persoalan ekonomi, aspek kesehatan dan kebersihan lingkungan juga tak luput dari perhatian. Sebagai tindakan responsif atas permintaan warga terkait pengelolaan limbah rumah tangga, dalam reses tersebut disepakati penyaluran bantuan berupa 200 unit bak sampah. Bantuan ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sekaligus memperbaiki tata kelola sampah di tingkat pemukiman.
Menutup rangkaian acara, Bang Zul menegaskan bahwa seluruh masukan, kritik, dan aspirasi yang telah dicatat akan menjadi senjata baginya untuk berjuang di tingkat pusat. Ia berjanji akan menyuarakan persoalan ini dalam rapat-rapat kerja di DPR RI agar pemerintah dapat menelurkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Kami hadir di tengah bapak dan ibu sekalian bukan hanya untuk mendengar, tetapi untuk memperjuangkan. Setiap aspirasi ini akan kami bawa ke Senayan agar ada solusi nyata dari pemerintah pusat bagi kesejahteraan warga Kota Tangerang dan sekitarnya,” pungkasnya.
(Dn/Red)










