Beranda / Berita / Melemahnya Rupiah dimata Dunia Sumsel harus perkuat Ketahanan Pangan dan Perkebunan

Melemahnya Rupiah dimata Dunia Sumsel harus perkuat Ketahanan Pangan dan Perkebunan

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com Palembang – Kita harus Siap Menghadapi Dampak Gejolak Ekonomi Global  Melemahnya  nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini menyentuh kisaran Rp17.720 menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Kondisi tersebut dinilai harus diantisipasi sejak dini oleh pemerintah daerah agar tidak berdampak terhadap stabilitas ekonomi masyarakat di Sum sel.

Pengamat ekonomi Sumsel dari HMTN MP , H. Irwansyah, mengatakan bahwa ancaman ekonomi global harus dijawab dengan penguatan sektor riil daerah, terutama ketahanan pangan dan perkebunan.

Hal itu disampaikan H. Irwansyah saat ditemui di sela-sela pertemuan dengan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Ketahanan Pangan dan Perkebunan Sumsel yang dipimpin oleh Ir. Agus Darwa, Sabtu (23/5/2026)

dolar terus naik hingga mendekati Rp20 ribu, tentu dampaknya akan terasa terhadap harga kebutuhan pokok, biaya produksi, hingga daya beli masyarakat. Karena itu daerah harus memperkuat sektor pangan dan perkebunan sebagai benteng ekonomi rakyat, ujar H. Irwansyah.

Menurutnya, Sumatera Selatan memiliki kekuatan besar di sektor pertanian dan perkebunan yang dapat menjadi penyangga ekonomi di tengah tekanan ekonomi global.

Sumsel punya potensi besar. daerah penghasil pangan, sawit, karet, kopi, dan energi. Tinggal bagaimana pemerintah memperkuat hilirisasi dan menjaga stabilitas distribusi agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat, kata h.irwansyah

Ia menilai langkah Pemerintah Provinsi Sumsel melalui program ketahanan pangan sudah berada di jalur yang tepat, terutama dalam menjaga produksi beras dan perkebunan rakyat.

Dalam pertemuan tersebut, kata H. Irwansyah. pembahasan lebih banyak diarahkan pada strategi pangan daerah, pemberdayaan petani, serta penguatan ekonomi berbasis perkebunan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Ketahanan pangan itu bukan hanya soal pertanian, tetapi soal stabilitas sosial dan keamanan ekonomi masyarakat. Kalau pangan aman, masyarakat akan lebih tenang menghadapi situasi apa pun, jelasnya.

Ia juga mengapresiasi perhatian Gubernur Sumsel terhadap percepatan pembangunan sektor pangan dan perkebunan melalui koordinasi bersama TGUPP dan berbagai stakeholder daerah

Ini langkah nyata yang sangat penting. Di tengah ancaman ekonomi global, pemerintah daerah tidak boleh pasif. Harus hadir menjaga produksi, distribusi, dan kesejahteraan petani,ujarnya.

H. Irwansyah menegaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini memang berbeda dengan krisis 1998, namun kewaspadaan tetap diperlukan agar tekanan ekonomi tidak berkembang menjadi keresahan sosial katanya

Kita jangan panik, tetapi juga jangan lengah. Yang paling penting adalah menjaga kepercayaan masyarakat, menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil, dan memastikan ekonomi rakyat tetap bergerak, pungkasnya

MUNZIR


Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *