newsoneindonesia.com. Indramayu – Penyelidikan kecelakaan maut yang merenggut 13 nyawa di Jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, terus berlanjut. Hingga Selasa (14/7/2026), Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat bersama Satlantas Polres Indramayu masih mendalami penyebab pasti insiden tragis yang melibatkan dua truk dan sebuah mobil pikap tersebut.
Untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh, Ditlantas Polda Jawa Barat menerjunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA). Tim tersebut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan metode analisis ilmiah dan digital guna merekonstruksi rangkaian peristiwa sebelum tabrakan terjadi.
Kasubbid Penegakan Hukum Ditlantas Polda Jabar AKBP Jimmy Manurung mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara komprehensif dengan memanfaatkan data lapangan, jejak pengereman, posisi kendaraan, hingga berbagai bukti lain yang ditemukan di lokasi.
Sementara itu, Satlantas Polres Indramayu juga masih memeriksa para saksi serta kedua sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Polisi belum menetapkan tersangka karena seluruh hasil penyelidikan masih menunggu kesimpulan dari analisis Tim TAA.
Kecelakaan yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) itu melibatkan sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea. Mereka baru saja pulang setelah mengantar pengantin ke Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, mobil pikap diduga berhenti untuk melakukan putar balik melalui bukaan median jalan. Kendaraan tersebut kemudian ditabrak truk dari belakang hingga terpental ke jalur berlawanan dan kembali dihantam truk lain yang datang dari arah berlawanan. Benturan beruntun itu mengakibatkan kendaraan pikap ringsek parah.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Cempeh. Belasan keluarga kehilangan anggota keluarganya dalam waktu bersamaan, sementara lima korban lainnya masih menjalani perawatan akibat luka yang diderita.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan hingga proses penyelidikan selesai. Hasil olah TKP ilmiah dari Tim TAA diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai faktor-faktor yang menyebabkan tragedi tersebut sekaligus menjadi dasar dalam penegakan hukum.
( Red )
Gambar : ilustrasi Ai










