Lewati ke konten

Newsoneindonesia.com | Tangerang– Aroma busuk dugaan korupsi spesifikasi material terendus kuat dalam proyek pembangunan Gapura di RW 004 Kp. Cicayur I, Desa Pagedangan. Proyek yang menyedot anggaran APBD 2026 senilai Rp 80.000.000 ini kedapatan menggunakan material besi banci (non-SNI) yang sudah mengalami korosi hebat, memicu dugaan adanya praktik sunat anggaran yang membahayakan nyawa warga.
Berdasarkan penelusuran fisik tim media di lapangan pada Minggu (03/05/2026), pelaksana CV. ESA GEMILANG nekat merakit struktur utama gapura setinggi ±5 meter menggunakan besi berdiameter mini yang tidak memenuhi standar keamanan konstruksi publik. Praktik ini dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap standar teknis demi meraup keuntungan ilegal.
Ketidakpuasan masyarakat RW 004 Cicayur I pecah saat melihat material rongsokan dipaksakan masuk dalam konstruksi bangunan yang akan mereka lintasi setiap hari.

“Ya saya warga Cicayur turut berterima kasih ada pembangunan gapura ini, tetapi sangat disayangkan kalau pekerjaan menggunakan besi yang terlihat kecil sekali dan ini bisa membahayakan kami warga saat beraktivitas di kemudian hari yang sering lewat sini,” cetus salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kecaman paling keras datang dari aktivis masyarakat Aldy C.BJ, Ia menegaskan bahwa manipulasi material pada proyek pemerintah adalah kejahatan konstruksi yang bersifat kriminal dan tidak bisa ditoleransi.
“Saya tegaskan, penggunaan besi banci itu haram hukumnya. Ini adalah indikasi korupsi nyata. Besi adalah nyawa bangunan, jika ukurannya dimanipulasi demi margin keuntungan, bangunan dipastikan rapuh dan tinggal menunggu waktu untuk roboh menimpa warga. Saya minta Camat H. Daniel Ramdani jangan pura-pura buta. Segera tegur dan paksa kontraktor ganti dengan Besi Full SNI. Jangan sampai anggaran 80 juta dikantongi oknum, sementara warga diberi kualitas maut,” tegas Aldy.
Ironisnya, saat skandal material sub-standar ini mencuat luas, Camat Pagedangan, H. Daniel Ramdani, S.Sos., M.Si., justru menunjukkan sikap yang sangat tertutup. Meski konfirmasi resmi telah dilayangkan media ini melalui pesan WhatsApp dan terlihat sudah terbaca (centang biru), sang Camat seolah alergi dan memilih diam seribu bahasa untuk memberikan penjelasan publik.
Sikap bungkam H. Daniel Ramdani memicu mosi tidak percaya di masyarakat. Apakah ada pengawasan yang sengaja dimandulkan ataukah ada aliran dana yang masuk ke kantong oknum.
Hingga berita ini tayang, pihak CV ESA GEMILANG belum dapat di mintai keterangan.
Dn/Red
Related Posts
Mei 13, 2026
Mei 13, 2026
Mei 12, 2026