Beranda / Berita Daerah / Diduga Rampok Hak Warga, Proyek Rp100 Juta di Medang Lestari Dikerjakan Asal-asalan

Diduga Rampok Hak Warga, Proyek Rp100 Juta di Medang Lestari Dikerjakan Asal-asalan

Bagikan Berita

Newsoneindonesia.com| Tangerang – Proyek pemeliharaan saluran air di lingkungan RW 007 Medang Lestari, Kelurahan Medang, yang sejatinya diharapkan menjadi solusi pengairan, kini justru dikeluhkan warga. Proyek senilai Rp100.000.000 dari APBD 2026 tersebut disorot tajam lantaran kualitas pengerjaan dan manajemen lapangan yang dinilai amburadul, Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, pengerjaan yang dilakukan oleh CV Syafi Berkah Mandiri diduga kuat mengabaikan standar teknis konstruksi. Salah satu temuan yang mencolok yakni pemasangan beton U-ditch yang dilakukan dengan metode (Adu manis) tanpa menggunakan mortar atau semen pengikat pada celah sambungan.
Secara teknis, praktik ini sangat berisiko karena air dapat merembes melalui celah sambungan dan mengikis fondasi tanah di bawahnya,” tegas seorang pengamat konstruksi di lokasi. Pasalnya, kelalaian dalam spesifikasi ini diprediksi akan membuat saluran cepat miring atau bahkan ambles dalam waktu singkat.
Kekacauan tidak berhenti di masalah teknis. Tumpukan lumpur hitam dan bongkahan beton bekas galian dibiarkan terbengkalai mengepung akses rumah warga selama berhari-hari. Akibat tidak adanya langkah evakuasi material dari pihak kontraktor, warga yang merasa hak mobilitasnya terganggu akhirnya terpaksa mengambil alih tanggung jawab tersebut.
Kami keluhkan tumpukan bekas galian dan material lumpur yang berada di depan rumah. Sudah beberapa hari tidak ada pembersihan area kerja, kami warga pun susah untuk beraktivitas. Akhirnya saya berinisiatif mencarikan satu unit mobil pick-up sendiri untuk mengangkut lumpur dan material ini,” ujar salah seorang warga setempat dengan nada kecewa.
Kondisi lapangan yang tidak tertata ini diakui pula oleh para pekerja di lokasi. Mereka berdalih bahwa kendala armada menjadi alasan utama material limbah tersebut tak kunjung dievakuasi.
Kalau mandor atau pelaksana kami tidak tahu, Bang, kami hanya bekerja. Mengenai tumpukan material tidak diangkut berhari-hari, faktor utama tidak ada mobil buat angkut, jadi kami pun hanya menunggu,” ucap salah satu pekerja proyek.
Di sisi lain, Yani PPTK Kecamatan Pagedangan saat dikonfirmasi mengenai keberadaan pihak CV Syafi Berkah Mandiri, memberikan jawaban singkat.
Ini sedang diangkut Bang, nanti saya izin mintakan dulu ke pelaksananya, saya lagi sama Pak RW 007,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana dari CV Syafi Berkah Mandiri belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengabaian spesifikasi teknis dan kelalaian manajemen area kerja tersebut.
Publik kini mendesak pihak Kecamatan Pagedangan untuk segera turun tangan melakukan audit lapangan. Pasalnya, dana ratusan juta rupiah yang bersumber dari pajak rakyat tersebut harus dipertanggungjawabkan kualitasnya demi kepentingan masyarakat luas.
Dn/Red

Bagikan Berita
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *